Daihatsu Astec Open 2019: Giliran Yogya yang Diserbu Peserta

Kamis, 22 Agustus 2019 07:28:33

 

Majalahbulutangkis.com- Kota Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menjadi destinasi penyelenggaraan Turnamen Bulutangkis Daihatsu Astec Open 2019 yang digelar di GOR UGM, 19-25 Agustus 2019.

Ajang bulutangkis yang telah masuk dalam kalender Badminton Asia Confederation ini tak hanya diminati para pemain lokal tapi juga mancanegara. Sebanyak enam kategori  dipertandingkan di ajang kali ini masing-masing U-13, U-15, U-17, U-19, Dewasa dan Veteran.

Hendrayadi PT DSO CR and Marketing Division Head Astra Daihatsu mengungkap Yogyakarta untuk kedua kalinya dipilih sebagai venue penyelenggaraan setelah pada 2018 lalu dinilai sukses. Menurutnya, kualitas penyelenggaraan di Yogyakarta dinilai layak menggelar kembali turnamen dengan standarisasi yang kini berpredikat BAC.

“Luar biasa sekali tahun 2019 ini, jumlah pendaftar di seri Yogyakarta mencapai 1400 atlet, namun dengan berat hati kami harus batasi 900 peserta. Ini sesuai dengan apa yang diamanatkan oleh BAC yang tahun ini resmi menempel pada turnamen Daihatsu Astec Open,” ungkapnya dalam sesi konferensi pers Senin (12/8/2019).

Legenda bulutangkis Indonesia yang juga pemilik Astec, Alan Budikusuma menambahkan paling tidak ada enam negara yang akan ambil bagian dalam turnamen yang kini juga menggadeng Frisian Flag ini. Adanya poin Badminton World Federation (BWF) setelah turnamen resmi terdaftar dalam BAC menjadi alasan utama jumlah peserta harus dibatasi.

“Namun sisi menariknya, untuk kali pertama pebulutangkis muda kita khususnya U-15 dan U-17 punya kesempatan mengumpulkan poin yang bisa digunakan untuk maju ke jenjang internasional. Karena itu juga negara-negara lain ikut serta seperti Amerika, Malaysia, Singapura, Jerman hingga India ikut dalam turnamen tahun ini, akan semakin seru untuk mengukur kesiapan generasi penerus kita,” ungkap Alan.

Sementara Drs Suhartono, Ketua Pengprov PBSI DIY menyampaikan rasa bangga dipilih untuk kali kedua sebagai tuan rumah. Ia berharap muncul pebulutangkis muda potensial dari Yogyakarta yang bisa meraih juara di turnamen kali ini.

“Kami pilih GOR UGM sebagai venue karena kali ini bertepatan dengan penerimaan mahasiswa baru yang harapannya memperbanyak animo penonton. Kami berharap daerah bisa menghasilkan atlet sesuai standar pusat dan nantinya bisa menghuni pelatnas dan dari turnamen ini bisa lahir juara dunia baru dari Indonesia. Kami dari DIY ingin berkontribusi,” ungkapnya. (MB-02)