Daihatsu Astec Open 2019: Bandung Kebanjiran Peserta

Selasa, 02 Juli 2019 07:43:37

 

Majalahbulutangkis.com- Bandung kembali menjadi destinasi perhelatan bulutangkis bertajuk Daihatsu Astec Open 2019. Ini merupakan seri ketiga dari tujuh seri yang akan diselenggarakan di musim 2019. Dua seri sebelumnya telah berlangsung di Medan, Sumatera Utara (12-16 Maret) serta Balikpapan, Kalimantan Timur (26-30 Maret). Seri ketiga di Bandung, sama seperti penyelenggaraan tahun lalu tetap mengambil tempat di Gedung Olahraga Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, 1- 6 Juli 2019.

Dengan posisi Kota Kembang Bandung yang strategis, sudah diperkirakan sebelumnya peserta yang berminat ikut ambil bagian bakal membludak. Sebanyak 900 pemain siap bersaing di empat kategori usia yang dipertandingkan, masing-masing KU 11 tahun, KU 13 tahun, KU 15 tahun, serta KU 17 tahun.

Menurut Ketua Panitia Penyelenggara Alan Budikusuma, peserta yang berminat sesungguhnya sudah mendekati 1500 pemain. Namun, pihaknya terpaksa membatasi jumlah pemain yang bisa ikut serta. Jumlah peserta di Bandung ini pun tercatat sebagai rekor terbanyak kedua setelah babak final di Jakarta.

"Pembatasan ini juga mengacu pada peraturan dari BAC yang membatasi peserta sebanyak 900 pemain. Dari jumlah tersebut 100 di antaranya adalah peserta dari luar negeri. Sementara yang lainnya terpaksa masuk dalam daftar tunggu," jelas mantan pebulutangkis nasional era 1990-an ini.

Lanjut Alan, dengan jumlah peserta yang ikut serta saat ini saja jumlah hari pertandingan terpaksa ditambah satu hari. Jika semula direncanakan dimulai hari Selasa (2/7), terpaksa dimajukan Senin (1/7). Harapannya peserta tidak bertanding hingga dini hari seperti tahun lalu.

"Saya yakin ini akan membuat Daihatsu Astec Open 2019 semakin kompetitif sehingga dengan status sebagai turnamen tingkat internasional, para pebulutangkis muda tersebut memiliki peluang untuk meraih poin lebih tinggi yang diakui oleh BWF, " jelas peraih medali emas di Olimpiade Barcelona 1992 itu.

Ia berharap, dengan berorientasi kepada pembinaan  Daihatsu Astec Open akan menjadi barometer  pencarian bibit dan kader pebulutangkis Indonesia untuk masa mendatang.

Ajang Daihatsu Astec Open memang kian diminati tidak hanya para pebulutangkis muda dari seluruh Indonesia, tapi juga mancanegara. Hal itu berkat naiknya kasta turnamen ini ke level internasional dengan mendapat akreditasi dari Badminton Asia Confederation (BAC) mulai musim 2019. Itu berarti peserta yang tampil di Daihatsu Astec Open 2019 akan mendapatkan poin ranking dari BAC.

Sejumlah negara asing pun tak ingin menyia-nyiakan peluang untuk mengutus para pemainnya demi mendapatkan poin BAC. Dari Jepang telah mendaftarkan sebanyak 45 pemain, Singapura mengutus 23 pemain, Thailand mengirim 11 pemain, serta India diwakili 1 pemain.

"Kami sangat gembira dengan tingginya animo para pebulutangkis muda Indonesia sangat besar terhadap turnamen yang berorientasi pada pembinaan ini. Terbukti dengan membludaknya peserta yang mendaftar," ungkap Hendrayadi Lastiyoso, Head Marketing Division PT.Astra Internasional Tbk.

Hendrayadi menambahkan untuk penyelenggaraan tahun keempat ajang Daihatsu Astec Open 2019 ini juga mendapatkan dukungan baru dari Frisian Flag, salah satu perusahaan susu ternama yang menjadi susu resmi turnamen.

Bakal ketatnya persaingan di seri ketiga Daihatsu Astec Open 2019 di Bandung memang sudah tergambar dari undian pertandingan. Simak saja, di KU 13 tahun, untuk babak utama nomor tunggal putra akan diikuti 128 peserta dan tunggal putri diikuti 64 peserta. Di KU 15 tahun, untuk nomor tunggal putra babak utama diikuti oleh 64 peserta, namun sebelumnya dilakukan babak kualifikasi yang juga diikuti 64 peserta. Sedangkan di nomor tunggal putri akan diikuti 32 peserta babak utama, namun sebelumnya di babak kualifikasi juga diikuti 32 peserta. Sementara di KU 17 tahun, untuk nomor tunggal putra menyediakan 64 tempat babak utama serta 64 tempat babak kualifikasi. Sedangkan di tunggal putri menyediakan 32 tempat babak utama dan 32 tempat babak kualifikasi.

Membludaknya peserta tak hanya di nomor tunggal tapi juga di nomor ganda yang akan diikuti oleh KU 15 tahun dan KU 17 tahun. Di nomor ganda putra dan ganda putri KU 15 tahun menyediakan 32 tempat di babak utama dan 32 tempat di babak kualifikasi.  Di ganda putra KU 17 tahun juga menyediakan 32 tempat babak utama dan 32 tempat babak kualifikasi. Untuk ganda putri KU 17 tahun menyediakan 32 tempat babak utama dan 16 tempat babak kualifikasi. Sedangkan di ganda campuran KU 17 tahun akan diisi oleh 32 pasangan di babak utama dan 32 pasangan di babak kualifikasi.

Dengan banyaknya peserta yang ikut meramaikan seri ketiga di Bandung ini maka setiap peserta dituntut memiliki stamina yang prima karena bakal bermain lebih dari satu kali setiap harinya. Bakal makin berat lagi jika pemain tersebut bermain rangkap di tunggal dan ganda.

Karena itu Ketua Bidang Pertandingan Mimi Irawan menyarankan agar peserta yang tampil di Daihatsu Astec Open 2019 seri ketiga di Bandung tidak bermain rangkap. Hal tersebut dimaksudkan agar pemain tidak mengalami cedera atau kelelahan yang berlebihan. Berkaca pada penyelenggaraan tahun lalu di tempat yang sama, para peserta terpaksa bermain hingga larut malam. Untuk menyiasati agar masalah itu tak terulang lagi maka durasi pertandingan ditambah satu hari.

Sementara Ketua Pelaksana yang juga Ketua Harian Pengprov PBSI Jabar,  Gianto Hartono berharap semaraknya berbagai ajang bulutangkis di Bumi Parahyangan akan memacu pemerintah daerah untuk segera membangun GOR bulutangkis berskala internasional.

"Begitu besar animo peserta apalagi dari luar negeri, sudah saatnya kita memiliki GOR bulutangkis standar internasional. Kita bisa lihat turnamen yang datang ke Bandung dan Jawa Barat semuanya selalu level internasional, termasuk Daihatsu Astec Open ini. Jadi kami mohon bantuan rekan-rekan wartawan untuk menyosialisasikan ini,” ujar Gianto.

Selepas perhelatan seri ketiga di Bandung, pergelaran Daihatsu Astec Open 2019 berikutnya akan menyambangi Yogyakarta (20-24 Agustus), Makassar (10-14 September), Surabaya (8-12 Oktober), dan final di Jakarta (4-9 November). Selain menggelar pertandingan, pada setiap serinya turnamen ini juga mengadakan coaching clinic yang dipandu oleh penggagas event ini Alan Budikusuma serta Susy Susanti. (Daryadi)