CWG 2022: India Optimistis tanpa Saina Nehwal

Selasa, 26 Juli 2022 15:18:32

 

Majalahbulutangkis.com- Saina Nehwal menjadi pemain tersukses India di Commonwealth Games (CWG) atau pesta olahraga negara-negara persemakmuran Inggris khusus di cabang olahraga bulutangkis. Mantan tunggal putri nomor 1 dunia ini mengoleksi dua medali emas di nomor individu, masing-masing pada New Delhi 2010 dan Gold Coast 2018. 

Saina juga membantu India saat menggurat sejarah untuk kali pertama meraih medali emas di nomor beregu campuran pada 2018. Di final, India mengalahkan Malaysia dengan skor 3-1. Tampil di partai keempat saat kedudukan 2-1 untuk India, Saina memastikan kemenangan negaranya dengan mengalahkan tunggal putri Malaysia, Soniia Cheah, 21-11, 19-21, 21-9. 

Selain Saina, belum ada pebulutangkis India lain yang mampu meraih dua medali emas. Di cabang bulutangkis CWG, India total baru mendulang enam medali emas di nomor perorangan. Di samping dua keping dari Saina, empat lainnya disumbangkan oleh tiga tunggal putra (Prakash Padukone, Syed Modi, Parupalli Kashyap) dan satu ganda putri (Jwala Gutta/Ashwini Ponnappa). 

Menariknya, untuk CWG 2022 yang dijadwalkan digelar di National Exhibition Centre, Solihull, West Midlands, Inggris, 29 Juli-8 Agustus, hanya Ashwini yang masih tersisa dari skuad timnas bulutangkis India di 2018. 

CWG hanya mengizinkan tiap negara peserta mengirim total 10 atlet (lima putra, lima putri) di cabor bulutangkis. Di sektor putra ada Lakshya Sen, Kidambi Srikanth, Satwiksairaj Rankireddy, Chirag Shetty, dan Sumeeth Reddy. Di sektor putri diperkuat Pusarla Venkata Sindhu, Aarkarshi Kashyap, Gayatri Gopichand, Tressa Jolly, dan Ashwini Ponnappa.

Nama Sumeeth di sektor putra dan Aarkarshi di sektor putri merupakan hasil dari seleksi lewat trial yang dilakukan Asosiasi Bulutangkis India (BAI) pada April lalu. BAI memang mewajibkan pemain-pemain yang berperingkat Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) di luar 15 besar mengikuti seleksi. Kriteria ini juga berlaku untuk skuad India di Asian Games dan Piala Thomas-Uber. 

Namun, akibat kriteria BAI tersebut, Saina gagal masuk skuad India untuk CWG 2022. Ketika seleksi diadakan pemain berusia 32 tahun tersebut berada di peringkat 23 dunia, tapi ia menolak mengikuti seleksi dari BAI yang dilaksanakan selama satu pekan. Saina berdalih takut cedera karena dirinya harus tampil di Asia Badminton Championships pada akhir April. 

Saina memang harus pintar-pintar menjaga kondisi tubuhnya. Di samping karena baru sembuh dari cedera, ia kini juga tak muda lagi sehingga pemulihan cedera pastinya membutuhkan waktu yang tak sebentar. Apa pun, BAI pun langsung memastikan Saina tak bisa masuk skuad India di CWG 2022. Kontan, Saina mengkritik keras keputusan BAI. 

"Terkejut melihat semua artikel menyebut bahwa saya tak ingin mempertahankan gelar CWF dan medali Asiad saya. Saya tak ikut trial hanya karena saya baru kembali dari event di Eropa selama tiga pekan dan juga ada jadwal di Badminton Asia Championships," cuit Saina di akun pribadi di Twitter, April lalu.

"Dalam kurun dua pekan, sebagai seorang pemain senior mustahil untuk berpartisipasi di event yang berurutan tanpa henti dan ada risiko cedera, pemberitahuan sesingkat itu tak mungkin. Saya telah memberitahu kepada BAI, tapi tak ada respons dari mereka. Sepertinya mereka senang mengeluarkan saya dari CWG," tambahnya. 

Dalam sebuah wawancara dengan The Indian Express, suami Saina, Parupalli, pun mengecam keputusan BAI yang telah mencoret istrinya: "Ini tentang besarnya rasa tak hormat kepada seorang pemain. Ini tentang teman-teman kita sendiri memperlakukan kita seperti sampah.

"Saina telah menangis begitu sering dan isu soal tak terpilih dalam seleksi ini mencuat dalam kontroversi tiap detik ketika ia bicara. Sangat berat bahkan untuk berlatih dan kita tak yakin, secara mental, apakah kita siap bertarung melawan orang-orang kita sendiri atau para lawan."

Tanpa Saina, BAI memang masih berhak optimistis bakal meraih beberapa medali emas di bulutangkis CWG 2022. Sektor putra diisi nama-nama pemain yang sukses menjuarai Piala Thomas 2022 dengan mengalahkan Indonesia di final, yakni Lakshya, Kidambi, dan Satwiksairaj/Chirag. Namun, di sektor putri mungkin andalan India cuma ada pada Pusarla. Tunggal putri berperingkat 7 dunia ini menjuarai Singapore Open 2022 dan merupakan finalis CWG 2018 di mana ia dikalahkan oleh Saina. 

Rivalitas untuk India diprediksi hanya akan datang dari Singapura dan Malaysia. Tanpa kehadiran Lee Zii Jia dari Malaysia, Loh Kean Yew, juara dunia 2021 dari Singapura, bisa jadi batu sandungan bagi Lakshya dan Kidambi di sektor tunggal putra. Sedangkan, Malaysia bisa menjadi ancaman India di nomor perorangan (ganda putra dan ganda campuran) dan nomor beregu campuran. Namun, Lakshya menyebut tunggal putra Malaysia tetap berbahaya meski tak ada Lee Zii Jia. 

"Malaysia adalah tim bagus, mereka punya 5-6 pemain tunggal hebat. Jadi satu pemain menarik diri, mungkin, itu mempengaruhi mereka, tapi kami hanya berharap bahwa kami bermain dengan baik dan mengalahkan mereka dan meraih medali emas," ungkap Lakshya dikutip dari laman The Bridge

(Indra)

Sumber foto: BWF