China Open 2018: Anthony Kembali Menelan Korban
Sabtu, 22 September 2018 06:20:38
Majalahbulutangkis.com- Pebulutangkis tunggal putra terbaik Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting kian membuktikan dirinya sebagai 'pembunuh raksasa' di ajang China Open 2018 di Changzhou, Tiongkok.
Satu per satu pemain papan atas takluk di tangan Anthony. Setelah Lin Dan serta Viktor Axelsen, berikutnya giliran pemain senior Tiongkok lainnya Chen Long juga kandas di tangan Anthony di babak perempat final Jumat (21/9). Anthony menaklukkan peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 tersebut lewat permainan tiga game dengan skor 18-21, 22-20, 21-16 dengan durasi cukup pajang selama 85 menit.
Sukses Anthony sekaligus mengulang kemenangannya di perempat final Asian Games 2018, kala itu ia juga menghentikan perlawanan Chen dengan skor 21-19, 21-11.
"Pertandingan yang seru melawan Chen hari ini, ia bermain baik di game pertama, jarang membuat kesalahan sendiri. Saya sempat ketinggalan jauh 2-8 di game kedua, waktu unggul 19-13 juga saya tidak bisa cepat menyelesaikan permainan. Ini karena permainan saya berubah, saya ingin menyerang terus, padahal harusnya diolah dulu. Pelatih mengingatkan saya terus," ujar Anthony.
"Di game ketiga, saya belajar dari kesalahan saya di game kedua. Semua berawal dari pikiran, walaupun pertandingan ini melelahkan, banyak reli, saya harus jaga mindset saya. Saya usahakan unggul di permainan net karena saya cari poin dari situ, supaya saya bisa menyerang," ungkapnya.
Anthony Sinisuka Ginting bisa disebut sebagai lawan terberat untuk Chen Long di tahun ini. Sejak awal 2018, peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 ini tercatat sudah empat kali ditaklukkan Anthony.
Di sisi lain, Chen Long pun mengakui penampilan Anthony memang luar biasa, sehingga ia pantas untuk menang.
"Saya tidak bisa tampil bagus di game kedua, sudah unggul jauh 8-2, bisa terkejar oleh Ginting. Waktu itu dia bisa bermain stabil walaupun ketinggalan jauh tapi dia sabar, sangat jarang membuat kesalahan," kata Chen usai pertandingan.
"Memang saya sudah kalah empat kali tahun ini dari Ginting. Dia bermain dengan style yang simple sebetulnya, mirip permainan Taufik Hidayat. Dia mengontrol permainan net dan memaksa lawan untuk mengangkat bola, kemudian dismashnya," ungkap Chen.
Chen juga mengatakan bahwa selain ditunjang dengan teknik permainan yang baik, Anthony pun dinilainya memiliki mental cukup kuat sepanjang pertandingan.
"Ginting masih muda dan dia punya banyak energi untuk tipe bermainnya dia yang seperti itu. Tahun ini dia bisa menanjak karena mental bertandingnya stabil, saya rasa ini yang bisa membuatnya ada di level yang lebih tinggi," tukas Chen.
Di laga semifinal Sabtu (22/9), Anthony akan berhadapan dengan bintang China Taipei, Chou Tien Chen. Ini juga menjadi ulangan di semifinal di Asian Games 2018 yang dimenangkan oleh Chou.
"Pastinya saya tidak mau kejadian di Asian Games terulang lagi. Saya akan pelajari lagi permainan kami di Asian Games, saya akan coba untuk menikmati permainan dan bagaimana mengatur pikiran saya. Sekarang saya mau fokus untuk recovery dan bersiap untuk pertandingan besok," sebut Anthony.
Di laga semifinal lainnya akan saling berhadapan andalan Tiongkok, Shi Yuqi melawan bintang Jepang, Kento Momota. Di perempat final Yuqi yang menempati unggulan kedua menyisihkan Ng Ka Long Angus (Hong Kong) 21-17, 21-15. Sedangkan Kento menyisihkan Kidambi Srikanth (India) 21-9, 21-11. (MB-01)