Bulutangkis Masih Jadi Andalan DKI di PON 2020 Papua

Jumat, 29 Juni 2018 08:21:21

 

Majalahbulutangkis.com- Bulutangkis masih menjadi cabang olahraga andalan kontingen DKI Jakarta untuk mendulang medali emas di ajang PON 2020 yang akan berlangsung di Papua.

DKI Jakarta memang beruntung masih menjadi salah satu sentra pembinaan bulutangkis di tanah air. Sederet bintang bulutangkis yang saat ini bercokol di Pelatnas PBSI pun merupakan atlet-atlet binaan DKI Jakarta.

Di ajang PON 2016 Jabar yang lalu tim bulutangkis DKI Jakarta sukses keluar sebagai juara umum dengan meraih empat medali emas.
Dengan perolehan 4 emas, DKI Jakarta melampaui target emas yang semula dibebankan hanya tiga emas. Pada gelaran PON 2016 target DKI dari cabor bulutangkis memang meleset di nomor beregu. Emas beregu putra-putri jatuh ket tangan tuan rumah, Jawa Barat. Dua emas DKI di antaranya hadir dari nomor bergengsi tunggal putra dan putri lewat Jonatan Christie dan Fitriani.

Kini, dalam perjalanan menuju sukses di ajang PON 2020 KONI DKI Jakarta terus berbenah untuk mengejar ketertinggalan dengan daerah lainnya dalam upaya memenuhi target gelar juara umum PON 2020 di Papua yang dicanangkan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Wakil Ketua Umum KONI DKI Jakarta Mashud Saleh mengatakan, pihaknya kini mulai berbenah dan bergerak cepat. Masalah internal pengurusan KONI DKI sebelumnya, berimbas terhadap pola pemusatan latihan daerah (Pelatda), mulai dari pelatihan atlet termasuk juga program pendanaannya.

"Untuk persiapan atlet Pelatda PON titik terang semakin besar dengan adanya sinergi positif antara KONI DKI Jakarta, DPRD DKI Jakarta dan Pemprov DKI Jakarta," jelas Mashud kepada wartawan dalam acara press gathering dan buka puasa bersama di Jakarta Kamis (4/6).

Hal senada juga diungkapkan Sekretaris Umum KONI DKI Jakarta Jamron yang meyakini ke depan program perbaikan prestasi PON 2020 bisa berjalan baik dan mencapai sasaran dengan adanya sinergi tiga pemangku kepentingan di DKI.

"Pada PON 2018 nanti pekerjaan akan semakin berat karena pesaing kita tak hanya datang dari Jawa Barat dan Jawa Timur tapi kita juga harus mewaspadai tuan rumah Papua," ujar Jamron.

Kabid Binpres Khaeroni mengakui selain tengah mengejar masalah pendanaan yang kini secara birokrasi masih dibawah Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) DKI Jakarta, KONI DKI kini terus mempersiapkan atlet untuk PON.

Sementara tercatat sekitar 460 atlet dan ofisial yang masuk Pelatda dan jumlahnya akan terus bertambah bahkan 189 diantaranya atlet pelatnas Asian Games dan ini menjadi modal awal untuk proyeksi medali PON 2020 di Papua.

"Pada ajang Asuan Games DKI menyumbangkan atlet terbanyak. Kami berharap tahun 2019 semua berjalan sesuai rencana dan tidak ada lagi masalah di tengah persiapan dan Pra PON 2020 baik mutasi atlet atau faktor pendanaan," tutup Khaeroni. (Daryadi)