[BATC 2022] Derita Kekalahan Kedua, Pramudya/Yeremia Akui Kena Mental
Kamis, 17 Febuari 2022 15:15:57
Majalahbulutangkis.com- Kekhawatiran tim pelatih terhadap sektor ganda putra menjadi kenyataan. Sebelum kontra Korea Selatan pada laga kedua Grup A Badminton Asia Team Championships (BATC) 2022, Kamis (17/2), sektor ganda mendapat sorotan lebih.
Pasalnya, sektor ini terlihat kurang gereget ketika Indonesia menang 4-1 atas Hong Kong pada laga pertama, Selasa (15/2). Saat itu, Pramudya Kusumawardhana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan kalah dari ganda Law Cheuk Him/Lee Chun Hei Reginald, 12-21, 21-18, 20-22.
Padahal, di game ketiga, Pramudya/Yeremia sempat menapak angka 20 lebih dulu. Melawan Korsel, itu terjadi lagi. Bahkan, lebih parah.
Pramudya/Yeremia menyerah 10-21, 19-21, dari Jin Yong/Sung Seung Na hanya dalam tempo 31 menit. Ini membuat Korsel menyamakan skor 1-1 setelah sebelumnya Indonesia memimpin 1-0 lewat kemenangan Chico Aura Dwi Wardoyo di tunggal pertama.
Yeremia mengakui dirinya dan Pramudya sepertinya 'kena mental' alias kalah karena tak sanggup mengatasi tekanan mental bermain di turnamen beregu seperti BATC.
"Kecewa tak bisa menyumbang poin untuk Indonesia. Setelah gagal saat lawan Hong Kong, kami kini kalah lagi. Yang pasti saya mendapat banyak pelajaran saat pertama kali di BATC ini. Ternyata tekanan mental main di beregu itu berbeda dengan di kejuaraan perseorangan," sebut Yeremia dikutip dari rilis Humas PBSI.
"Kekalahan tadi, terus terang karena kami belum bisa beradaptasi dengan lapangan dan shuttlecock. Atmosfernya belum dapat. Kami juga kurang tenang dan bernapsu untuk segera dapat poin agar menang. Kami bermain terlalu menggebu-gebu," tambahnya.
Apesnya, kekalahan Pramudya/Yeremia diikuti Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay yang bermain sebagai tunggal kedua. Ikhsan kalah dari Kim Joo Wan 13-21, 13-21.
Namun, berbeda dari Pramudya/Yeremia, ini jadi kekalahan pertama Ikhsan di BATC 2022. Saat bentrok Hong Kong, Ikhsan sanggup menang atas Chan Yin Chak 16-21, 22-20, 21-17.
Melawan pemain Korsel, Ikhsan mengakui banyak melakukan kesalahan yang mengakibatkan kekalahannya.
"Tadi saya kurang konsisten saja, di gim pertama sempat bisa unggul, namun saya kemudian banyak melakukan kesalahan. Di gim kedua, juga sudah terlalu jauh ketinggalannya," tutur Ikhsan.
Tim pelatih wajib mengevaluasi dua kekalahan dari Korsel ini saat bentrok India pada laga ketiga Grup A, Jumat (18/2).
(Indra)
Sumber foto: PP PBSI