Bagas Ideal Jadi Tandem Kevin di Piala Thomas 2022

Kamis, 21 April 2022 15:49:32

 

Majalahbulutangkis.com- PBSI telah merilis skuad Indonesia untuk Piala Thomas-Uber 2022, Senin (18/4). Tak aneh, tim Piala Thomas diisi pemain-pemain putra terbaik 'Merah Putih'. Sebaliknya, tim Piala Uber justru dihuni mayoritas pemain putri berusia muda dan berstatus debutan. 

Tim putra memang dibebani target mempertahankan gelar juara Piala Thomas yang diraih di Denmark tahun lalu. Sayangnya, Marcus Fernaldi Gideon dipastikan tak bisa ikut serta. Pemain spesialis ganda ini masih harus menjalani masa pemulihan pasca-operasi di kedua engkelnya pada awal April. 

Kendati begitu, tandem Marcus, Kevin Sanjaya Sukamuljo, tetap diikutsertakan bersama 11 pemain putra lainnya. Ini membuat pecinta bulutangkis 'Tanah Air' diliputi tanda tanya besar. Siapakah tandem Kevin di putaran final Piala Thomas 2022 yang akan digelar di Impact Arena, Bangkok, Thailand, 8-15 Mei? 

Spekulasi pun beredar liar. Namun, sudah pasti sangat sulit menebak keputusan Herry Iman Pierngadi (IP) selaku pelatih ganda putra Pelatnas PBSI. 

Sebab, di Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur, Kevin sudah dipasangkan dengan berbagai rekan yang pastinya memiliki gaya bermain berbeda-beda. Dan, melansir dari laman Jawapos.com, menurut Herry IP, Kevin bisa ditandemkan dengan siapa pun. 

Itu karena pemain berusia 26 tahun ini merupakan seorang playmaker dan tipikal pemain depan berkelas dunia. 

"Kevin bisa beradaptasi sangat baik dengan pemain manapun di Pelatnas. Sebab, ia punya variasi pukulan yang kaya. Sebetulnya, Kevin bisa bermain di depan dan di belakang. Walau pun kalah di belakang, pukulannya kurang keras," kata Herry IP dikutip dari Jawapos.com.

"Kevin cocok dengan pemain manapun di skuad ini karena ia punya mobilitas yang baik dan sangat fleksibel," tambahnya. 

Sekali pun sulit menebak tandem Kevin nanti, tak ada salahnya membuat prediksi. Setidaknya ada tiga pemain yang sepertinya cocok mendampingi Kevin, yakni Mohammad Ahsan, Fajar Alfian, dan Bagas Maulana.

Kevin belum pernah berduet dengan ketiga pemain tersebut di turnamen resmi. Jadi, jelas belum teruji sahih kehebatan mereka jika diduetkan dengan Kevin meski dengan rekan masing-masing sudah terbukti. 

Yang pasti, Ahsan, Fajar, dan Bagas punya karakter yang hampir sama dengan Marcus, yakni sebagai tukang gebuk. Ini bisa melengkapi permainan Kevin. Namun, tentu ada kelemahan dan kelebihan di tiap ganda-ganda anyar. 

Dengan usianya yang sudah mencapai 34 tahun, Ahsan, sekali pun punya banyak pengalaman, mungkin akan kesulitan mengimbangi permainan cepat Kevin. Fajar yang berusia 27 tahun dan Bagas yang baru berusia 23 tahun lebih ideal dari sisi ini. 

Bila memaksakan Fajar untuk Kevin, mungkin ini akan sangat disayangkan. Sebab, Fajar dengan pasangannya, Muhammad Rian Ardianto, sudah sangat klop. Dengan absennya ganda Marcus/Kevin, FajRi sudah pasti sangat pas dislot sebagai ganda kedua setelah Ahsan/Hendra Setiawan. Sekadar informasi, Piala Thomas-Uber mempertandingkan lima partai, yakni tiga tunggal dan dua ganda. 

Andai Ahsan/Hendra dibekap kendala non-teknis, semisal fisik atau cedera, Fajar/Rian otomatis naik menjadi ganda pertama. Nah, slot ganda kedua akan menjadi dilema. Opsinya hanya dua: tetap menandemkan Bagas/Fikri atau Kevin/Bagas. 

Meski berstatus juara All England 2022 berlevel BWF World Tour Super 1000, Bagas/Fikri masih minim pengalaman bertanding di turnamen beregu. Jika pun bisa dibilang pengalaman di kejuaraan seperti ini, itu cuma terjadi di Badminton Asia Team Championships (BATC) 2022 di mana tim putra Indonesia menjadi runner-up setelah kalah dari tuan rumah, Malaysia, pada Februari lalu. 

Kevin sudah tiga kali terlibat di tim Piala Thomas Indonesia. Itu terjadi pada 2016 (merebut medali perak), 2018 (medali perunggu), dan 2020 (medali emas) yang dilaksanakan pada 2021 karena pandemi Covid-19. Kevin bisa membantu Bagas dalam mengantisipasi tekanan. 

Tak cuma itu, ada faktor lain yang membuat Bagas lebih ideal untuk Kevin. Bagas, yang memiliki tinggi tubuh 1,82 meter, menjadi pemain berpostur paling tinggi dibandingkan Ahsan (1,73 meter) dan Fajar (1,75 meter). 

Bagas bisa melengkapi Kevin yang bertinggi 1,70 meter. Memiliki ganda yang salah satu pemainnya berpostur jangkung jelas lebih menguntungkan. Komposisi Kevin/Bagas bisa seperti Ahsan/Hendra (1,83 meter) atau Bagas/Fikri (1,76 meter). 

Di samping itu, Kevin dan Bagas sama-sama berasal dari klub PB Djarum dan 'terlahir' dari dua pelatih yang sama, yakni Ade Lukas dan Sigit Budiarto. Menariknya, saat masih aktif, Ade dan Sigit juga merupakan pasangan yang kerap menjuarai turnamen level nasional di era 1990-an. 

Kevin bergabung ke PB Djarum pada 2007. Ade menjadi pelatihnya di level pemula. Sedangkan, Sigit baru mulai menanganinya di level yunior. Sedikit berbeda dari Kevin, Bagas mendapat gemblengan tangan dingin Ade bukan di markas PB Djarum di Kudus, Jawa Tengah, tapi justru di Kawasan Cibubur, Jakarta Timur. 

"Saya bersyukur memiliki kesempatan dilatih oleh Mas Ade Lukas dan Mas Sigit. Pengalaman mereka bertanding di berbagai kejuaraan sebagai atlet ganda putra dan juga mengasah atlet-atlet muda memberikan saya banyak wawasan dalam mengasah teknik dan kemampuan," kata Bagas dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (20/4). 

Dalam kesempatan itu, Bagas juga menyatakan kesiapannya jika memang pelatih menduetkannya dengan Kevin. 

"Wah, kepingin juga. Siapa yang tak berharap berpasangan dengan pemain nomor satu dunia. Mereka (Kevin dan Fikri) kan pemain yang berbeda tipe, jadi pasti rasanya beda. Kalau memang dipercaya main bareng Mas Kevin saya siap saja," ungkap pemain kelahiran Cilacap, Jawa Tengah, tersebut. 

Meski demikian, kita tak bisa menafikan ucapan Herry IP bahwa tandem Kevin akan sangat tergantung pada situasinya, kesiapan sang pemain, dan siapa lawan yang akan dihadapi. 

Sepakat, Koh!

(Indra)

Sumber foto: PP PBSI