Apriyani Mungkin Relakan Siti Fadia Balik ke Ribka demi Kejuaraan Ini
Minggu, 24 Juli 2022 14:43:18
Majalahbulutangkis.com- Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti langsung menjelma menjadi momok mengerikan bagi para lawan mereka di sektor ganda putri dunia. Itu bisa dilihat dari statistika yang tercatat sejak mereka dipasangkan pada awal Mei lalu.
Total Apriyani/Siti Fadia telah bermain di 27 pertandingan di semua kompetisi. Ini terdiri dari enam partai SEA Games 2021 yang digelar di Vietnam pada 16-22 Mei (dua partai beregu putri dan empat partai nomor perorangan) dan 21 partai di lima turnamen BWF World Tour 2022, yakni Indonesia Masters Super 500, Indonesia Open Super 1000, Malaysia Open Super 750, Malaysia Masters Super 500, dan Singapore Open Super 500.
Dalam kurun itu, mereka mengoleksi 23 kemenangan dan hanya menderita empat kekalahan. Plus satu medali emas (nomor perorangan SEA Games) dan dua gelar juara BWF World Tour, yaitu Malaysia Open dan Singapore Open, serta satu kali runner-up di Indonesia Masters. Dalam prosesnya, Apriyani/Siti Fadia juga mampu mengalahkan beberapa ganda putri top dunia, termasuk peringkat 1 dunia Chen Qing Chen/Jia Yi Fan dari Tiongkok dan ranking 3 dunia Lee So Hee/Shin Seung Chan dari Korea Selatan.
Sederet capaian itu membawa Apriyani/Siti Fadia melesat cepat di daftar peringkat dunia. Hanya dalam rentang dua bulan sejak ditandemkan, mereka kini menghuni ranking 42 dunia (per 19 Juli).
Sayangnya, Apriyani/Siti Fadia dipastikan tak akan bisa turun di BWF World Championships atau Kejuaraan Dunia Bulutangkis yang akan dihelat di Tokyo, Jepang, 22-28 Agustus. Pasalnya, untuk bisa tampil di turnamen yang masuk dalam BWF Major Events Grade 1 ini, BWF menggunakan ranking dunia per 26 April 2022. Itu berarti Apriyani/Siti Fadia belum dipasangkan sehingga tak bisa ikut serta.
Apriyani dipastikan harus membuang jauh-jauh asa tampil untuk ketiga kalinya di BWF World Championships. Sebab, Greysia Polii sudah memutuskan mundur dari bulutangkis dunia pada Juni. Bersama Greysia, pemain berusia 24 tahun itu sudah dua kali tampil di Kejuaraan Dunia dan berhasil meraih medali perunggu pada 2018 dan 2019. Namun, pada 2021, mereka memutuskan menarik diri karena pandemi Covid-19 yang masih melanda dunia.
Siti Fadia lebih beruntung daripada Apriyani. Pemain berusia 21 tahun ini berpotensi bisa tetap tampil di Tokyo tahun ini jika balik berpasangan dengan Ribka Sugiarto. Mereka menempati ranking 28 dunia pada saat rilis World Ranking BWF per 26 April.
BWF pun telah memasukkan mereka dalam daftar kualifikasi ganda putri untuk Kejuaraan Dunia 2022. Namun, PBSI belum membuat keputusan terkait menurunkan Siti Fadia/Ribka di Kejuaraan Dunia 2022 atau tidak sejauh ini.
Meski tak bisa bermain di Kejuaraan Dunia 2022, keputusan Eng Hian memasangkan Apriyani dengan Siti Fadia terbukti tepat. Namun, Eng Hian jelas sadar dirinya tak boleh terlalu cepat puas dengan performa ganda asuhannya tersebut sejauh ini. Sebagai kepala pelatih ganda putri Pelatnas PBSI Cipayung, ia harus terus memoles kemampuan pasangan yang baru seumur jagung itu agar menjadi pasangan papan atas nantinya.
Selain itu, Eng Hian juga harus punya program agar target Apriyani/Siti Fadia lebih jelas ke depannya. Sebagai awal, pelatih yang akrab dipanggil Didi ini telah memutuskan untuk hanya menurunkan Apriyani/Siti Fadia di turnamen-turnamen BWF berlevel Super 500 ke atas.
"Ke depan, Apriyani/Siti Fadia lebih baik akan diturunkan tampil di turnamen level Super 500 ke atas. Dengan begitu, saya tinggal menjaga performa dan persiapannya karena saya sudah tahu standarnya," kata Didi dilansir dari rilis Tim Humas dan Media PP PBSI beberapa waktu lalu.
"Mereka juga harus lebih dipersiapkan lagi. Apalagi, begitu banyak kejuaraan-kejuaraan besar menanti. Sebagai pasangan yang tengah naik daun performanya, tentu Apriyani/Siti Fadia lebih diwaspadai dan dimonitor lawan-lawan," tambahnya.
(Indra)
Sumber foto: PP PBSI