[All England 2022] Yuta/Arisa Kampiun, Jepang Juara Umum
Minggu, 20 Maret 2022 23:16:37

Majalahbulutangkis.com- Jepang menegaskan dominasi mereka untuk dua musim beruntun di All England. Memang torehan gelar juara mereka pada 2022 tak sebanyak pada 2021.
Tahun lalu, para pemain 'Negeri Bunga Sakura' menjuarai empat sektor: tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.
Tahun ini, hanya ada tiga gelar juara yang mampu diraih. Itu melalui tunggal putri (Akane Yamaguchi), ganda putri (Nami Matsuyama/Chiharu Shida), dan ganda campuran (Yuta Watanabe/Arisa Higashino).
Di sektor ganda putra, gelar juara lepas dari tangan Jepang. Tiga ganda Jepang tak mampu banyak bicara. Akira Koga/Taichi Sato dan Keiichiro Matsui/Yoshinori Takeuchi kandas di babak II atau 16 besar.
Bahkan unggulan 3, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, mentok di perempat final akibat dikalahkan ganda muda Indonesia, Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri.
Kurang bersinarnya sektor ganda putra Jepang boleh jadi karena dipisahnya ganda terkuat mereka, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe. Padahal, ganda ini menjuarai All England 2020 dan 2021.
Yuta kini difokuskan hanya di ganda campuran bersama Arisa Higashino. Ganda ini telah menjuarai All England pada 2018 dan 2021. Tahun ini, mereka membidik gelar juara ketiga.
Perjalanan unggulan keempat dan peringkat 4 dunia ini ke final yang digelar Minggu (20/3) cukup mulus. Tak ada game yang lepas dari tangan mereka. Ini termasuk mengalahkan ganda Indonesia, Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja, 21-19, 21-17 di babak 16 besar.
Performa apik Yuta/Arisa terjadi ketika menyingkirkan juara dunia 2021, peringkat 1 dunia, dan unggulan pertama dari Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai, 21-14, 21-15, di semifinal.
Namun, lawan mereka di final, Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping yang bersatus unggulan ketiga juga tampil hebat. Mereka mendepak unggulan kelima asal Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, di perempat final, dan unggulan kedua dari Tiongkok, Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong, di semifinal.
Wang/Huang memang jadi momok buat Yuta/Arisa. Skor pertemuan 10-2 buat Wang/Huang sebelum final di Utilita Arena Birmingham, Birmingham.
Namun, yang terjadi di game pertama, tak memperlihatkan Yuta/Arisa inferior di hadapan peringkat 3 dunia tersebut. Torehan poin terus rapat hingga 18-18 sebelum Yuta/Arisa menutup game pembuka ini dengan kemenangan 21-19.
Di game kedua, Wang/Huang sempat memimpin 8-4 sebelum mampu disamakan Yuta/Arisa 8-8. Namun, Wang/Huang bisa menuntaskan hingga interval dengan keunggulan 11-8.
Setelah ini, Yuta/Arisa seolah bangkit dan mendulang empat poin di saat Wang/Huang hanya mendapatkan tiga poin, 12-14. Pertarungan pun menjadi sengit. Kedua pasangan saling merebut poin hingga skor imbang 19-19.
Di sini, momentum lebih didapat Yuta/Arisa. Dua poin tambahan mereka dapatkan yang sekaligus menuntaskan pertandingan dengan kemenangan 21-19 dalam tempo 58 menit.
Yuta/Arisa sukses meraih gelar ketiga mereka, yang sekaligus juga jadi gelar ketiga Jepang, di sektor ganda campuran All England.
Wang/Huang lagi-lagi harus puas menjadi runner-up. Tercatat 18 kali mereka mampu merangsek ke final BWF World Tour sejak 2018, tapi cuma enam kali mereka menjadi juara.
Tiongkok pun harus bersabar lagi untuk mengoleksi gelar ke-14 mereka di sektor ganda campuran turnamen berhadiah total US$1 juta tersebut.
(Indra)
Sumber foto: BWF