[All England 2022] Memimpikan All Indonesian Final Pertama Ganda Putra Sejak 2001

Sabtu, 19 Maret 2022 08:23:40

Majalahbulutangkis.com- Indonesia gagal menguasai keempat slot perempat final ganda putra All England 2022. Berarti otomatis Indonesia juga tak bisa mencatat sejarah prestisius. 

Itu karena kekalahan yang diderita Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin pada perempat final di Utilita Arena Birmingham, Birmingham, Inggris, Jumat (18/3). Ganda berjuluk The Babies ini tak berdaya di hadapan ganda Tiongkok, He Ji Ting/Tan Qiang, dan menyerah 21-15, 16-21, 14-21. 

He/Tan akan menghadapi unggulan 2 dari Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, di semifinal, Sabtu (19/3). Situasinya agak mengkhawatirkan karena Ahsan tengah dibekap cedera betis di kedua kakinya. 

Selain itu, rekor pertemuan mencatat keunggulan He/Tan 1-0 atas juara All England 2014 dan 2019 tersebut. Kekalahan The Daddies terjadi di China Open 2018. 

Meski begitu, yang melegakan sekaligus membanggakan adalah Indonesia setidaknya telah memastikan satu tempat di final, Minggu (20/3). Itu karena terjadi all Indonesian semi final antara Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo kontra Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri. 

Di turnamen resmi, Bagas/Fikri sudah pernah mengalahkan The Minions di Denmark Open 2021. Namun, tak ada jaminan, BaKri bakal bisa mengulangi hal itu di All England 2022. 

Andai Ahsan/Hendra sanggup mengalahkan He/Tan bakal terjadi all Indonesian final untuk pertama kali sejak kali terakhir terjadi pada 2001. 

Dua ganda 'Merah Putih', Tony Gunawan/Halim Heryanto bentrok dengan Sigit Budiarto/Candra Wijaya, pada final All England 21 tahun silam. Tony/Halim menjadi juara dengan kemenangan 15-13, 7-15, 15-7. 

Sejak era Open (Terbuka) All England dimulai pada 1980, tercatat empat kali terjadi all Indonesian final di sektor ganda putra. 

Bila pun ini tak tercapai, lolosnya tiga ganda putra ke semifinal All England 2022 juga sudah menjadi prestasi besar. Sepanjang era Open, baru ada empat edisi di mana tiga ganda Indonesia menapak bersamaan di semifinal. Itu terjadi pada 1981, 1994, 1995, dan 2001. 

ALL INDONESIAN FINALS GANDA PUTRA ALL ENGLAND 
2001: Tony Gunawan/Halim Heryanto vs Sigit Budiarto /Candra Wiajaya 15-13, 7-15, 15-7
1995: Rexy Mainaky/Ricky Subagja vs Antonio Budi Ariantho/Denny Kantono 15-12, 15-18, 15-8
1994: Rudy Gunawan/Bambang Suprianto vs Rexy Mainaky/Ricky Subagja 15-12, 15-12
1981: Rudy Heryanto/Hariamanto Kartono vs Tjun Tjun/Johan Wahjudi 15-9, 15-8

TIGA GANDA PUTRA INDONESIA DI SEMIFINAL ALL ENGLAND
2001: 
Tony Gunawan/Halim Haryanto vs Eng Hian/Flandy Limpele 15-21, 8-15, 15-8 
Sigit Budiarto/Candra Wijaya vs Tan Fook Choong/Wan Wah Lee (Malaysia) 15-12, 8-15, 15-8
1995:
Denny Kartono/Antonius Budi Ariantho vs Rudy Gunawan/Bambang Suprianto 5-15, 15-9, 15-11
Ricky Subagja/Rexy Mainaky vs Cheah Soon Kit/Yap Kim Hock (Malaysia) 15-3, 17-15
1994:
Rudy Gunawan/Bambang Suprianto vs Anthonius Budi Ariantho 15-4, 15-6
Ricky Subagja/Rexy Mainaky vs Cheah Soon Kit/Soo Beng Kiang (Malaysia) 15-18, 15-12, 15-8
1981: 
Christian Hadinata/Ade Chandra vs Hariamanto Kartono/Rudy Heryanto 12-15, 15-5, 12-15
Tjun Tjun/Johan Wahjudi vs Thomas Kihlstrom/Stefan Karlsson (Swedia) 15-5, 17-15

(Indra)

Sumber foto: BWF