[All England 2022] Jojo Lanjut, Peluang Terjadi All Indonesian Semifinal Pertama Sejak 1994
Jumat, 18 Maret 2022 07:52:14

Majalahbulutangkis.com- Jonatan Christie sukses membalaskan kekalahannya dari Kunlavut Vitidsarn di babak II atau 16 besar German Open 2022, pekan lalu.
Kala itu, Jojo menyerah 20-22, 9-21. Di babak II atau 16 besar All England 2022, Kamis (17/3), giliran Jojo yang berjaya.
Peraih medali emas Asian Games Jakarta-Palembang 2018 ini menggilas Kunlavut 21-16, 21-19. Kemenangan ini menyeimbangkan skor 2-2 dalam head-to-head kedua pemain.
Namun, perjalanan Jojo makin berat. Unggulan 7 All England 2022 ini telah ditunggu Chou Tien Chen di perempat final, Jumat (18/3).
Tunggal putra Taiwan unggulan 4 tersebut mendepak wakil Malaysia, Liew Daren, 18-21, 21-13, 21-9, di babak II. Chou juga yang mengandaskan tunggal putra Indonesia Shesar Hiren Rhustavito di babak I atau 32 besar.
Bila ada satu faktor yang bikin kita percaya diri adalah rekor pertemuan berpihak kepada Jojo. Pemain kelahiran Jakarta berusia 24 tahun ini mengungguli Chou 6-2.
Tak cuma itu, kita juga bisa berharap tinggi, yakni terjadinya all Indonesian semifinal alias semifinal sesama pemain Indonesia di sektor tunggal putra, Sabtu (19/3). Pasalnya, Jojo berada di satu pool dengan Anthony Sinisuka Ginting.
Ginting juga telah memastikan tempat di perempat final setelah melabrak tunggal putra India, Srikanth Kidambi, 9-21, 21-18, 21-19.
Apesnya, Ginting bertemu Viktor Axelsen. Pemain Denmark ini adalah peringkat 1 dunia, unggulan pertama All England 2022, juara All England 2020, dan finalis All England 2021. Rekor pertemuan juga mencatat keunggulan 5-4 Axelsen atas Ginting.
Sejak All England memasuki era Open (Terbuka) pada 1980, tercatat hanya dua kali terjadi all Indonesian semifinal di sektor tunggal putra, yakni pada 1990 dan 1994.
Pada semifinal 1990, Joko Supriyanto bentrok Eddy Kurniawan yang dimenangi oleh Joko dengan straight set. Empat tahun kemudian, bahkan, keempat semifinalis adalah pemain Indonesia: Hariyanto Arbi versus Alan Budi Kusuma dan Ardy Bernardus Wiranata versus Hermawan Susanto.
Hariyanto dan Ardy melaju ke final yang dimenangi oleh Hariyanto. Ini adalah gelar terakhir pemain Indonesia di sektor tunggal putra All England.
Selepas itu, capaian terbaik tunggal putra 'Merah Putih' adalah menapak semifinal pada 2009. Itu dicatatkan oleh Taufik Hidayat. Finalis All England 1999 dan 2000 ini menyerah di tangan salah satu musuh bebuyutannya, Lee Chong Wei, dari Malaysia.
[Indra]
Sumber foto: BWF