WTF 2018: Kevin/Marcus Mundur, Indonesia Tanpa Wakil di Semifinal

Sabtu, 15 Desember 2018 05:36:59

 

Majalabulutangkis.com- Kubu Indonesia harus menerima kenyataan gagal meloloskan satu pun wakilnya ke laga semifinal di ajang BWF World Tour Finals 2018 di Tianhe Gymnasium, Guangzhao, Tiongkok.

Sektor ganda putra yang digadang-gadang mampu menjadi penyelamat wajah Indonesia justru kandas di penyisihan grup. Prahara itu terjadi ketiga pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon memutuskan untuk mundur dari arena World Tour Finals 2018 karena Marcus mengalami cedera pada leher bagian kanan belakang.

Sedianya Kevin/Marcus akan menjalani laga penyisihan terakhir di grup A melawan Han Chengkai/Zhou Haodong (Tiongkok), Jumat malam (14/12). Namun dua terapi ternyata tak cukup meringankan sakit di leher Marcus, padahal semalam ia masih optimis bisa bertanding hari ini.

"Otot leher Marcus kemarin ketarik, dia takut tambah parah, jadi lebih baik mundur. Sudah kami minta dipikirkan lagi, dan akhirnya diputuskan mundur. Sudah terapi dua kali dan hasilnya memang tidak bisa langsung, tidak bisa seratus persen, soal parah atau tidaknya masih belum tahu, dia butuh istirahat dulu sekarang," ujar Aryono Miranat, Asisten Pelatih Ganda Putra PBSI.

Aryono menjelaskan bahwa Marcus pertama kali merasa ada yang salah dengan lehernya saat pertandingan penyisihan grup pertama melawan Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (Denmark).

"Kejadiannya itu waktu menghadapi pasangan Denmark, (Kim) Astrup/(Anders Skaarup) Rasmussen, saat itu pertandingannya keras, mungkin ada pukulan yang tidak pas atau maksa. Kan kelihatan di video pertandingannya kalau dia sering menggeleng-gelengkan kepalanya karena lehernya sakit. Semalam pun melawan Li (Junhui)/Liu (Yuchen) juga tidak maksimal,"tambahnya.

"Kondisinya sekarang lehernya masih sakit, sekarang nyerinya sampai ke mata, jadi matanya seperti kedutan. Marcus sudah lapor ke referee dan diminta menjelaskan histori cederanya ke dokter pertandingan," jelas Aryono.

Dari tiga laga, Kevin/Marcus mengalami kekalahan dari Li Junhui/Liu Yuchen (Tiongkok), dengan skor 18-21, 22-24, serta satu kemenangan dari Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (Denmark) dengan skor 20-22, 21-17, 21-13.

Setali tiga uang, pasangan ganda putra senior Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan juga tak mampu mengamankan tiket ke semifinal setelah di laga ketiga menyerah di tangan pasangan Taiwan,  Chen Hung Ling/Wang Chi-Lin (Taiwan), dengan skor 21-13, 18-21, 14-21.

"Saat memimpin, lawan bisa cepat sekali dapet banyak poin, harusnya saat itu kami ambil break dulu. Di game ketiga, mereka semakin percaya diri, main drive- drive nya lebih siap. Justru kami lebih banyak diserang," jelas Hendra.

"Namanya pertandingan, harus siap dalam keadaan apapun, kadang juara, kadang tidak. Tapi semua orang pasti inginnya menang, jadi memang inilah hasilnya, kami harus semangat lagi, tidak boleh patah semangat," sebut Ahsan.

Sementara satu-satunya wakil Indonesia di ganda campuran, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja juga tak mampu mengamankan tiket ke semifinal. Di laga ketiga Hafiz/Gloria dipaksa menyerah dari pasangan Wang Yilyu/Huang Dongping (Tiongkok), dengan skor 16-21, 13-21.

Penampilan Hafiz/Gloria di game pertama cukup menjanjikan, mereka dapat meredam serangan-serangan Wang/Huang dan merebut banyak angka. Namun di akhir permainan, penampilan Hafiz/Gloria justru menurun dan mereka tidak dapat menguasai keadaan.

Di game kedua, Hafiz/Gloria semakin tertinggal jauh, cukup sulit bagi mereka untuk mengejar. Wang/Huang bahkan unggul jauh hingga 13-6 dan membuat Hafiz/Gloria semakin di bawah tekanan.

" Kami tidak merasa ada beban, kami malah mau total dan mati-matian. Tadi kecolongan beberapa servis, untuk balik lagi agak susah, kami sudah dibawah tekanan," kata Gloria setelah pertandingan.

"Saya merasa mainnya sudah enak, tapi finishing nya kurang rapi, harusnya lawan dapat poin, kami juga bisa nyolong poin di akhir. Karena kalau rubber game, bisa ada harapan," jelas Hafiz. (MB-01)