WJC 2018: Satu Gelar Dipastikan dari Ganda Campuran

Minggu, 18 Nov 2018 05:39:59

 

Majalahbulutangkis.com- Kubu Indonesia memastikan satu gelar di nomor ganda campuran di ajang  BWF World Junior Championships 2018  di Markham Pan Am Center, Ontario, Kanada.

Kepastian itu diperoleh setelah dua wakil Merah Putih akan saling bentrok di babak final Minggu (18/11), yakni pasangan
Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti berhadapan dengan  Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil. Kedua pasangan melaju ke laga puncak setelah mengalahkan lawannya masing-masing di semifinal Sabtu (17/11).

Rehan/Fadia lebih dulu sukses mengamankan tiket ke final setelah mengalahkan pasangan andalan Korsel, Wang Chan/Na Eun Jeong dua game langsung 21-18, 21-18.

“Perasaannya senang karena target ke final sudah tercapai, tinggal satu langkah lagi, mau lawan siapa aja harus siap. Ibaratnya ini sudah setengah tangga, tinggal satu kaki lagi mau nggak melangkah ke atas,” ujar Fadia.

Kemenangan ini sekaligus membalas pertemuan mereka sebelumnya di Asia Junior Championships (AJC) 2018. Saat itu Rehan/Fadia kalah di babak perempat final dengan skor 21-16, 16-21 dan 18-21 dari Wang/Jeong.

“Terakhir ketemu, kami kalah di AJC. Kunci hari ini kami jangan main terburu-buru, jangan mati sendiri dan harus disiplin. Karena kami beberapa poin sempat terburu-buru ingin ambil poin. Seharusnya kami lebih sabar satu-satu,” kata Rehan.

Setelah Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva lolos, kini giliran Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil yang memastikan posisi ke partai puncak. Leo/Indah harus kerja keras selama tiga gameg 21-13, 21-23 dan 21-19 sebelum mengalahkan pasangan andalan Tiongkok, Shang Yichen/Zhang Shuxian.

Datang sebagai pemain non unggulan, Leo/Indah berhasil tampil memukau di lapangan. Mereka merebut game pertama 21-13 dalam 14 menit. Leo/Indah pun sempat memimpin di game kedua, sayang setelah terlibat dua kali setting point, mereka harus kalah 21-23.

“Di game kedua kami terburu-buru. Padahal kalau kami main normal, lawannya juga nggak tahan. Kami mau buru-buru matiin, jadinya malah keserang duluan,” kata Indah.

Laga ketat juga berlangsung di game penentu. Namun akhirnya Leo/Indah sukses membukukan kemenangannya usai unggul 21-19.

Leo/Indah mengaku tak menyangka bisa lolos hingga ke babak final. Apalagi dalam perjalanannya mereka menghadapi laga yang tak mudah, termasuk unggulan satu asal Tiongkok, Guo Xinwa/Liu Xuanxuan.

“Rasanya senang sekali, nggak nyangka. Karena target awal kami ke semifinal dulu. Ternyata bisa sampai ke final. Ini lah yang diinginkan pelatih kami,” ujar Indah. (MB-01)