Tim Bulutangkis Olimpiade Indonesia Bertolak ke Jepang

Jumat, 09 Juli 2021 11:59:25

 

Majalahbulutangkis.com- Tim bulutangkis Indonesia menjadi kontingen Merah Putih pertama yang bertolak ke Negeri Sakura Jepang untuk mengikuti ajang Olimpiade Tokyo 2020 yang akan berlangsung di Tokyo, 23 Juli – 8 Agustus 2021 mendatang. Untuk cabang bulutangkis akan dimainkan pada tanggal 24 Juli – 2 Agustus 2021.

Tim bulutangkis Indonesia berangkat ke Jepang Kamis (8/7) tadi malam. Berkekuatan 25 orang yang terdiri dari atlet, atlet sparring, pelatih, dan tim pendukung, skuad Garuda  dilepas Komite Eksekutif NOC, Adi Wirawan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

"Hari ini kami berangkat ke Jepang, ke Kumamoto dulu baru ke Tokyo. Persiapan anak-anak sudah bagus dan baik," ucap Rionny Mainaky, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI.

"Kami mohon doa restu kepada seluruh masyarakat Indonesia agar kami bisa mencapai hasil yang terbaik," harap Rionny.

Di sela-sela boarding dan menyiapkan semua dokumen persyaratan untuk masuk ke Jepang, tim Indonesia juga langsung memantau hasil undian grup yang digelar berbarengan.

"Undian sudah dilakukan dan kita akan mempelajari lebih lanjut setibanya di Jepang nanti. Baru setelah itu mempersiapkan pola dan strategi main. Juga kita pelajari permainan lawan melalui video-video pertandingan terdahulu," ungkap Rionny.

Doa restu juga diminta wakil ganda putri, Greysia Polii. Dia berharap tim Indonesia bisa mendapat dukungan masyarakat Indonesia sebagai suntikan motivasi saat bertanding nanti.

"Ya kami tim Indonesia sudah ada di airport, akan berangkat menuju Jepang. Kami mohon doa dan dukungannya sehingga kami bisa menjalankan yang terbaik dan memberikan yang terbaik untuk semua," kata Greysia.

Tim bulutangkis Indonesia terbang ke Jepang menggunakan maskapai Japan Airlines dengan nomor penerbangan JL5012 melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Mereka akan transit terlebih dahulu di Bandara Haneda, Tokyo selama sembilan jam sebelum melanjutkan penerbangan ke Kumamoto.

Sesampainya di Kumamoto, tim menjalani karantina mandiri selama empat hari sebelum memulai latihan dan adaptasi. Selain 11 atlet yang akan berlaga di Olimpiade, lima pelatih siap mendampingi. Tim bulutangkis Indonesia juga memboyong sembilan orang tim pendukung yang terdiri dari manajer tim, atlet sparring, pelatih fisik, dokter, fisioterapis, dan masseur ke Kumamoto.

Sebelumnya pada Kamis siang (8/7) Tim Indonesia yang akan berlaga di Olimpiade Tokyo 2020 resmi dikukuhkan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang dilakukan secara daring langsung dari Istana Negara.

Jokowi dalam sambutannya mengatakan bahwa persiapan tim Indonesia dalam menghadapi Olimpiade tahun ini sudah maksimal walau di tengah-tengah pandemi virus Covid-19.

"Saya tahu persiapan untuk menghadapi Olimpiade Tokyo ini telah dilaksanakan secara maksimal dan para atlet saya tahu sudah bekerja keras untuk meningkatkan prestasinya," tutur Jokowi.

"Semua kontingen sudah sepenuhnya siap bertanding secara sportif dan berpotensi meraih medali juara. Dan saya yakin Insya Allah perjuangan saudara-saudara akan berhasil," lanjutnya.

Jokowi juga mengingatkan agar para atlet terus menjaga kesehatan dan fokus hingga datangnya hari pertandingan nanti.

"Oleh karena itu, hari-hari ini sampai ke puncak pertandingan agar jaga kesehatan, jaga stamina, jaga motivasi, dan fokus pada pertandingan juga fokus pada prestasi," ucap Jokowi.

"Rakyat menaruh harapan besar pada saudara-saudara dan prestasi saudara-saudara akan menjadi prestasi negara kita, Indonesia. Selamat menjalankan amanat berat ini, rakyat menunggu saudara-saudara kembali ke Tanah Air dengan membawa medali yang membanggakan."

"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, saya lepas kontingen Indonesia untuk mengikuti Olimpiade Tokyo," seru Jokowi yang disambut tepuk tangan kontingen.

Indonesia mengirimkan 28 atlet ke Olimpiade Tokyo 2020 yang 11 di antaranya dari cabang olahraga bulutangkis. Selain bulutangkis, tim Merah-Putih diisi atlet dari cabang atletik, angkat besi, panahan, menembak, dayung, selancar, dan renang. (MB-01)