Thailand Masters: Ihsan Incar Poin Maksimal

Kamis, 11 Januari 2018 05:13:50

 

Majalahbulutangkis.com- Setelah melewati musim yang buruk pada 2017 lalu, pebulutangkis andalan Indonesia, Ihsan Maulana Mustofa bertekad bangkit lagi di musim 2018 ini. Melalui turnamen Thailand Masters 2018 di Bangkok yang menjadi agenda pertamanya tahun ini Ihsan berharap meraih poin maksimal.

Pebulutangkis binaan PB.Djarum ini memang butuh poin besar untuk mendongkrak peringkatnya yang kini anjlok di posisi 47 BWF setelah sebelumnya sempat menyentuh 17 BWF.

Tunggal putra Pelatnas ini tahun lalu mengalami cedera engkel, cedera pinggang dan cedera otot perut. Hal ini menyebabkan nama Ihsan harus dicoret dari beberapa turnamen di tahun 2017 demi memaksimalkan penyembuhan cederanya.

“Semoga sampai akhir tahun 2018 ini saya bisa balik lagi ke Top 20,” ujar Ihsan kepada Badmintonindonesia.org.

Mengawali tahun 2018, Ihsan berlaga di ajang Thailand Masters 2018. Ia memenangkan duel melawan wakil India, Abhishek Yelegar, dengan skor 23-21, 21-6.

Pertarungan di game pertama dan game kedua memang sangat berbeda. Di game pertama, Ihsan sempat ketinggalan 12-16. Namun saat berhasil menyamakan kedudukan 16-16, Ihsan mengambil alih kontrol permainan.

“Di game pertama, saya banyak melakukan kesalahan sendiri. Saat itu saya juga merasa kurang enjoy mainnya. Berbeda dengan di game kedua, saya lebih menikmati permainan dan jadi lebih yakin,” ujar Ihsan.

“Soal lawan di babak kedua, saya hanya berharap saya bisa main bagus dulu,” ujar Ihsan yang akan berhadapan dengan Cao Cuong Pham dari Vietnam.

Di laga lainnya, unggulan kedua Tommy Sugiarto yang juga juara bertahan Thailand Masters di babak pertama juga belum mengalami kesulitan berarti untuk menyisihan Lucas Corve (Prancis) dua game langsung 21-13, 21-14.

Dua pemain Indonesia lainnya Panji Ahmad Maulana dan Firman Abdul Kholik juga melaju ke babak kedua. Panji mengalahkan wakil tuan rumah, Thammasin Sitthikom, dengan skor 21-19, 21-19. Sedangkan Firman menghentikan pemain Denmark, Kim Bruun, dengan skor 21-11, 20-22, 21-19.

Sayangnya langkah mereka tak diikuti pemain senior Dionysius Hayom Rumbaka. Pemain binaan PB.Djarum ini tak mampu meneruskan laga di game ketiga akibat cedera saat menghadapi Hashiru Shimono (Jepang). Hayom pun menyerah 18-21, 21-13, 7-15.

Dari sektor ganda, pasangan unggulan pertama, Berry Angriawan/Hardianto, mesti kerja keras di babak pertama saat menghadapi Chang Tak Ching/Yeung Ming Nok (Hong Kong). Kemenangan tiga game akhirnya diraih Berry/Hardi dengan skor 21-12, 14-21, 21-16.

Sedangkan pasangan ganda putri Rizki Amelia Pradipta/Della Destiara Haris menang mudah atas Suchanya Kanchanasaka/Kornkamon Sukklad (Thailand), dengan dua game langsung, 21-14, 21-9.(MB-01)