Terlibat Match Fixing Karir Zulfadli Terancam Tamat

Kamis, 01 Maret 2018 19:04:16

 

Majalahbulutangkis.com- Cerita tentang adanya pengaturan skor (match fixing) nampaknya bukan cuma isapan jempol semata. Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) telah mendapatkan bukti permulaan yang cukup untuk menjerat dua pebulutangkis Malaysia, Zulfadli Zulkifli dan Tan Chun Seang telah terlibat dalam pengaturan skor.

Ironisnya, kedua pemain tunggal putra Negeri Jiran itu diduga terlibat pengaturan skor dalam kurun waktu yang cukup lama yakni pada tahun 2013. Keduanya dituding setidaknya terlibat pengaturan skor dalam enam laga yang mereka mainkan.

BWF telah memanggil keduanya untuk dimintai keterangan selama dua hari Selasa-Rabu (27-28 Februari) di Hotel Jen Tanglin, Singapura. Dalam memberikan keterangan keduanya didampingi oleh pengacara.

Selain kedua pemain tersebut, BWF juga menghadirkan empat orang saksi yang mengetahui terjadinya pengaturan skor yang telah dilakukan Zulfadli dan Tan Chun Seang.

Seperti dikutif dari The Malay Mail, jika keduanya terbukti keduanya bersalah maka mereka terancam hukuman seumur hidup. Itu berarti tamat sudah karir kedua pemain tersebut di pentas bulutangkis.

Bagi Tan Chung Seang yang saat ini berusia 31 tahun, boleh jadi, saat ini sudah di ujung karir. Namun, Zulfadli saat ini berusia 25 tahun masih memiliki kesempatan untuk berkarir.

Kasus ini memang seperti mencoreng dunia bulutangkis Malaysia yang dalam kurun beberapa tahun terus menurun prestasinya. Zulfadli sesungguhnya sempat digadang-gadang bakal menggantikan peran Lee Chong Wei sebagai pebulutangkis terbaik Malaysia setelah sukses menjadi juara dunia yunior tahun 2011.

Namun, Zulfadli membuat keputusan yang dinilai keliru dengan menolak bergabung di Pelatnas Bulutangkis Malaysia. Ia lebih memilih sebagai pemain profesional dengan berlatih sendiri ketimbang mengikuti program yang diadakan oleh Asosiasi Bulutangkis Malaysia (BAM).

Keputusan inilah yang disayangkan oleh seniornya Lee Chong Wei. Padahal, Chong Wei sudah berpesan bahwa Zulfadli dapat mengikuti jejaknya menjadi juara dunia, jika ia bergabung dengan BAM dan ia berharap agar keluarganya tidak menganjurkan dia untuk berlatih sendiri. Menurutnya, usia dia masih cukup muda untuk mengembangkan bakatnya di olahraga ini.

"Zulfadli masih muda dan memiliki jalan panjang untuk mengembangkan bakatnya. Dia tidak bisa hanya puas dengan memenangkan gelar juara dunia junior. Itu adalah kesuksesan masa lalu dan ia harus berpikir ke depan. Panggilan Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia (Khairy Jamaluddin) untuk kembali bergabung ke BAM adalah waktu yang tepat," ujar Chong Wei seperti dikutip Themalaysianinsider.

Namun, lanjut Chong Wei, keputusan tentang masa depan ada di tangan Zulfadli, kendati ia tetap bersikeras agar juniornya itu mau bergabung dengan BAM.

"Banyak yang mengatakan bahwa setelah saya pensiun akan ada Zulfadli. Hal ini sepenuhnya terserah dia. Jika dia ingin melatih sendiri, akan sulit baginya untuk membuat banyak kemajuan. Bergabung dengan BAM, maka dia bisa mendapatkan pelatihan yang sistematis dan terstruktur yang dapat membawanya meraih sejumlah prestasi," tukas Chong Wei.

Terhadap kasus yang melanda Zulfadli, Chong Wei hanya berharap semuanya bisa segera selesai. Chong Wei juga tak menampik pernah dihubungi oleh pengatur skor agar mau diajak kerjasama.

"Uang bukan segalanya bagi saya. Kebanggaan negara selalu jadi yang utama dan itu adalah tanggung jawab saya. Saya harap kasus ini cepat selesai," kata Lee Chong Wei kepada News Strait Times. (MB-01)