Sirnas Kaltim Open: Hanna Rebut Gelar Keempat Beruntun

Senin, 08 Oktober 2018 11:48:09

 

Majalahbulutangkis.com- Pebulutangkis andalan PB.Mutiara Cardinal Bandung, Hanna Ramadini menobatkan dirinya sebagai Ratu Sirnas di musim 2018 ini. Predikat itu layak diberikan setelah mantan anggota Pelatnas PBSI ini sukses meraih gelar juara tunggal dewasa putri di ajang Djarum Sirkuit Nasional Kalimantan Timur Open 2018 di GOR Hevindo, Balikpapan, Kaltim, pekan lalu.

Ini adalah gelar keempat secara beruntun yang diraih Hanna di musim 2018. Di laga final Hanna mengandaskan perlawanan tunggal putri Berkat Abadi Banjarmasin, Gabriela Meilani Moningka dengan skor 18-21, 21-10 dan 21-13. Hanna memang baru ikut ambil di empat seri dari enam seri yang sudah digelar. Hanna mulai terlibat kembali di Djarum Sirnas setelah memutuskan angkat kaki dari Pelatnas Cipayung pada awal April 2018 lalu.

“Alhamdulilah, udah empat kali berturut-turut dikasih rejeki untuk juara. Dan tadi mainnya udah lumayan enak dan nyaman juga sih. Lawannya juga nggak mudah, saya sempat kewalahan, jadi tadi harus kecolongan di game pertama,” ujar Hanna.

Lebih lanjut Hanna mengatakan, di sisa dua seri Djarum Sirnas terakhir, dirinya akan berusaha tampil maksimal dan punya harapan untuk bisa menyapu bersih gelar juara. Untuk itu, Hanna akan tetap berlatih demi menjaga konsistensi penampilannya. Menurut jadwal dua seri terakhir akan berlangsung di Denpasar dan Surabaya pada November mendatang.

"Semoga masih dikasih rejeki untuk juara lagi disetiap turnamen yang saya ikuti. Yang pasti sekarang saya akan tetap melakukan persiapan dengan latihan teratur dan menjaga fisik serta stamina agar tetap prima,” katanya.

Sementara itu, Hanna mengomentari geliat pebulutangkis tunggal putri yunior yang ambil bagian di nomor dewasa. Menurutnya, hal tersebut sangat membantu perkembangkan kualitas dan mental atlet muda di Indonesia.

“Bagus kalau banyak pemain junior yg turun di dewasa. Karena main di nomor dewasa bisa meningkatkan kualitas permainan dan mental mereka. Yang terpenting jangan mudah menyerah. Karena perjalanan mereka masih panjang dan ada kesempatan,” tukas Hanna. (MB-01)