Ratusan Pelayat Antar Kido ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 15 Juni 2021 20:00:59

 

Majalahbulutangkis.com- Ratusan pelayat ikut mengantar almarhum Markis Kido menuju peristirahatannya terakhir Selasa siang (15/6) di  TPU Kebon Nanas, Cipinang, Jakarta Timur.

 Kido yang wafat pada Senin malam (14/6) dimakamkan satu liang dengan almarhum sang ayah, Djumharbey Anwar yang meninggal dunia tahun 2008.

Seperti ramai diberitakan, Kido meninggal mendadak saat bermain bulutangkis di kawasan Tangerang bersama rekan-rekannya. Ia tiba-tiba jatuh dan tak sadarkan diri. Diduga Kido mendapat serangan jantung akibat penyakit darah tinggi yang dideritanya.

Para pelayat melepas kepergian peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 dengan rasa penuh duka dan haru. Perwakilan PBSI, Kemenpora, dan para mantan atlet terlihat mengiringi Kido hingga peristirahatan terakhir.

Setelah disemayamkan di rumah duka, jenasah Markis Kido sempat disalatkan lebih dahulu di Masjid Baitul Muslimun, Jaka Setia. Dari masjid jenasah langsung dibawa ke peristirahatan terakhir di TPU Kebon Nanas.

"Terima kasih kepada semua pelayat yang sudah mendoakan almarhum Kido. Mohon dimaafkan segala kesalahan beliau semasa hidup," ucap Joko Suprianto, mantan pemain yang mewakili keluarga.

"Semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan mendapat kekuatan dan ketabahan," lanjut Joko, Juara Dunia 1993 di Birmingham yang juga paman dari istri Markis Kido, Richasari Pawestri.

Sementara itu, Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kepergian Kido.

"PBSI turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya. Kido dengan semua prestasinya yang membanggakan adalah pribadi yang baik dan rendah hati, kami akan sangat kehilangan sosok almarhum," tutur Edi Sukarno, Wakil Sekretaris Jenderal PP PBSI.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga Bidang Peningkatan Prestasi Chandra Bhakti, menyampaikan pesan untuk selalu meneladani sifat dan sikap almarhum selama hidup.

Markis Kido lahir di Jakarta,  11 Agustus 1984. Kido meninggalkan satu orang istri, Richasari Pawestri dan dua orang putri. Terakhir Kido menjadi pelatih di almamaternya PB Jaya Raya. (MB-01)