Penuh Kejutan di Tunggal Putri

Rabu, 22 Juli 2020 19:05:24

 

Majalahbulutangkis.com- Kejutan demi kejutan mewarnai hari pertama ajang bulutangkis Mola TV PBSI Home Tournament nomor tunggal putri yang berlangsung di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (22/7).

Kejutan besar dilakukan pemain muda Ester Nurumi Tri Wardoyo. Kendati tak diunggulkan namun adik kandung dari Chico Aura Dwi Wardoyo ini mampu membuat kejutan dengan mencatat dua kemenangan. Di laga Rabu pagi, Ester mampu mengalahkan unggulan keenam Asti Dwi Widyaningrum dua game langsung 21-10, 21-10.

Sedangkan di laga sorenya mengandaskan perlawanan unggulan keempat Choirunnisa juga dua game langsung 21-17, 21-16. Dengan dua kemenangan ini Ester pun menempati posisi teratas klasemen Grup N.

"Sebetulnya saya hanya mencoba main safe dan tidak banyak melakukan kesalahan sendiri. Saya menerapkan pola permainan menyerang, lebih banyak menurunkan bola, supaya tidak diserang duluan oleh lawan," sebut Ester.

"Melawan pemain-pemain yang lebih senior, saya tampil tanpa beban. Pokoknya coba main bagus dulu," lanjut Ester.

Ester yang kini masih berusia 15 tahun mengatakan sempat merasa tegang sebelum bertanding. Namun ketika sudah memasuki lapangan, ia bisa mengatasi ketegangan tersebut.

Di babak penyisihan terakhir yang akan berlangsung besok, Ester akan berhadapan dengan Yasnita Enggira Setiawan.

"Saya belum pernah ketemu kak Yasnita, pokoknya saya main bagus dulu, keluarkan yang terbaik saja dulu," jawab Ester.

Kejutan lain dibuat pemain muda lainnya Komang Ayu Cahya Dewi yang di luar dugaan mampu mempecundangi unggulan kedua Grup P, Fitriani dalam laga dua game langsung 21-13, 21-19.

"Di pertandingan pertama tadi lawan memang memberi tekanan. Saya sendiri merasa pergerakan saya kurang luwes, defense kurang rapat. Di game kedua saya baru menemukan permainan saya," ujar Fitriani soal pertandingan melawan Komang.

Namun kekalahan Fitriani di sesi pagi dari Komang mampu ditebus dengan kemenangan pada laga sore hari. Fitriani mengalahkan Nandini Putri Arumni dengan dua game langsung, 21-17, 21-14. Kedua pemain sempat berkejaran angka di awal game, namun Fitriani yang bermain lebih stabil, unggul jauh 19-13 di game kedua dan akhirnya memenangkan pertandingan.

"Sore ini saya nggak bisa smash full, jadi sebisa mungkin harus tahan di lapangan dan adu pola reli," jelas Fitriani.

Di babak penyisihan terakhir, Fitriani akan berhadapan dengan Aisyah Sativa Fatetani. Menghadapi Aisyah, Fitriani mengatakan akan mencoba konsisten di pola permainannya.

"Kalau lawan ada perubahan pola main, saya harus bisa cepat beradaptasi. Soal target, saya berharap bisa main maksimal dan kalau Allah mengizinkan saya berharap bisa lolos ke babak final," ucap Fitriani.

Sementara di laga lain, unggulan teratas Gregoria Mariska Tunjung belum mendapat perlawanan berarti melawan Bilqis Prasista dengan skor 21-7, 21-15.

Gregoria mengaku sudah siap betul di pertandingan pertamanya kali ini. Setelah lama absen tanding akibat pandemi Covid-19, Gregoria akhirnya kembali ke arena pertandingan. Ia tentu butuh penyesuaian lagi untuk mengembalikan suasana bertanding.

"Saya sudah siap banget karena sudah lama nggak tanding. Yang dihadapi bukan cuma kendala mental tapi feeling mainnya juga, jadi saya lebih fokus per poin. Di game pertama lawan masih mencari-cari pola main yang pas dan banyak melakukan kesalahan sendiri," kata Gregoria usai pertandingan.

"Saya sempat tegang dengan suasana di lapangan, padahal latihan kan di sini juga. Tapi terasa sekali tegangnya, suasananya beda," tuturnya. (MB-01)