Pembangunan Jaya Raya GP 2018: Final Ideal Ikhsan vs Kunlavut

Minggu, 08 April 2018 06:40:37

 

Majalahbulutangkis.com- Laga final ideal di nomor tunggal putra KU-19 tahun antara andalan Indonesia, Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay melawan andalan Thailand, Kunlavut Vitidsarn akhirnya terjadi di ajang Pembangunan Jaya Raya Junior Grand Prix 2018 di GOR PB Jaya Raya Bintaro, Tangerang Selatan.

Pertemuan kedua pemain memang sudah diprediksi sejak awal ketika Ikhsan diunggulkan di tempat kedua, sedang Kunlavut yang merupakan pemain nomor 1 dunia ditempatkan sebagai unggulan pertama.

Ikhsan meraih tiket ke final setelah memenangi pertarungan sengit melawan sesama wakil Indonesia, Karono, Sabtu (7/4. Pertarungan selama 63 menit tersebut dimenangi Ikhsan dengan 11-21, 21-14, 21-19.

"Pada gim pertama, saya kurang siap. Penguasaan lapangan saya juga masih kurang," kata Ikhsan.

Pada dua gim berikutnya, pertandingan berjalan ketat. Secara umum, Ikhsan menguasai gim kedua. Pemain yang bernaung di bawah PB Djarum ini juga tampil bagus pada awal gim kedua.

Karono memberikan perlawanan. Skor keduanya beberapa kali imbang hingga 13-13. Setelah memimpin 15-14, Ikhsan mulai membuka jarak hingga unggul 20-15. Karono tak mau menyerah. Pemain binaan PB Jaya Raya tersebut berhasil menambah empat angka dan mendekat hingga 19-20. Ikhsan akhirnya memenangi pertandingan setelah shuttlecock hasil pukulan Karono tertahan net.

"Di final, saya akan bermain seperti kemarin dan hari ini, nothing to lose. Pada pertemuan sebelumnya dengan Kunlavut, saya selalu kalah. Buat besok, saya harus lebih berani dan anggap saja ini pertemuan pertama, jadi rekornya masih nol-nol," kata Ikhsan.

Pada babak perempat final yang berlangsung Jumat (6/4/2018), Ikhsan berhasil mengalahkan unggulan kelima asal China, Li Shifeng. "Setelah menang lawan Li Shifeng, pede saya jadi bertambah. Dia pemain bagus dan selalu berhasil ke babak final pada turnamen Belanda Junior dan Jerman Junior (2018)," kata Ikhsan.

Pada dua turnamen tersebut, Li Shifeng gagal menjadi juara setelah dikalahkan Kunlavut Vitidsarn, yang akan menjadi lawan Ikhsan pada babak final Minggu siang (8/4).

Sebelumnya di semifinal Kunlavut menghentikan perlawanan Jia Heng Jason Teh (Singapura) 21-12, 16-5 (ret). Jason tak mampu melanjutkan pertarungan karena mengalami cedera otot.

Rekor pertemuan Ikhsan melawan Kunlavut sayangnya kurang menggembirakan. Dari empat kali jumpa belum sekalipun Ikhsan mampu mengalahkan Kunlavut. Terakhir Ikhsan kalah di semifinal Dutch Junior, awal Maret lalu, dengan skor 18-21, 14-21.

Pemain binaan Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan ini berharap mampu mengalahkan Kunlavut untuk pertama kalinya. Ini adalah penampilan terakhir Ikhsan di ajang Pembangunan Jaya Raya Junior GP karena tahun depan ia sudah menginjak usia 19 tahun. Sementara Kunlavut yang kelahiran tahun 2001 atau setahun lebih muda dari Ikhsan masih memiliki kesempatan berjaya hingga 2019 mendatang. (MB-01)