PB.Djarum Gelar Outbond di Cikole, Jabar

Kamis, 01 Maret 2018 08:56:40

 

Majalahbulutangkis.com- Menempa mental juara memang tak hanya di lapangan bulutangkis. Lewat kegiatan alam terbuka, PB.Djarum menggembleng mental serta daya juang para anak didiknya dalam sebuah acara outbound yang diselenggarakan di markas Zone 235 Outdoor Training Center, Cikole, Lembang, Jawa Barat.

Acara ini merupakan bentuk upaya penggeblengan mental dan fisik atlet-atlet muda melalui permainan menantang, yang disimulasikan di alam terbuka. Kegiatan Outbound PB Djarum 2018 diselenggarakan dalam dua sesi. Batch I digelar pada 18-20 Februari 2018 yang dikhususkan untuk atlet-atlet PB Djarum dari kelompok usia 15 tahun ke atas. Sementara Batch II diselenggarakan pada 25-27 Februari 2018 yang dikhususkan untuk atlet-atlet berusia di bawah 15 tahun. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh penghuni akademi PB Djarum non Pelatnas. Disamping itu, para pelatih PB Djarum juga turut berpartisipasi sebagai observer.

Outbound PB Djarum Batch II ini diikuti total sebanyak 109 atlet PB Djarum berusia di bawah 15 tahun. Mereka adalah atlet-atlet pemula atau usia dini dengan rentang kelahiran tahun 2003 hingga yang termuda kelahiran 2009.  

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin mengatakan kegiatan outbound merupakan salah satu upaya pembentukan karakter dan mental para atlet muda PB Djarum dalam mencapai cita-cita menjadi pebulutangkis berprestasi. “Sebagai atlet muda, perjalanan mereka untuk meniti tangga juara masih sangat panjang. Kadangkala ada yang semangatnya kendur di tengah jalan. Karena itu sangat penting membentuk karakter dan mental mereka sebagai seorang pejuang yang tidak mudah patah semangat,” terang Yoppy Rosimin.

Outbound PB Djarum 2018 akan diisi dengan sejumlah permainan menaklukan tantangan (obstecles) di alam terbuka. Di kawasan Cikole yang memiliki suhu udara dingin, pemain-pemain muda ini akan menghadapi sejumlah tantangan seperti Caraka Malam, Hiking, Two Rope Bridge, Sky Run, Human Jump, Elvis Walk, Rappeling, Pipe and Ball, Blind Man Walking, Fill The Water, Emergency Water, Maze Rope, hingga Paintball. Juga akan ada sesi learning point yang disampaikan para pelatih PB Djarum dan penyampaian komitmen bersama para peserta.

Manajer Tim PB Djarum Fung Permadi menjelaskan, kegiatan-kegiatan dalam outbound ini sudah disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi para atlet muda PB Djarum. Setiap permainan yang diberikan mengacu kepada obyektif kepribadian dan kemampuan yang diharapkan dimiliki oleh setiap calon bintang bulutangkis Indonesia masa depan.

“Pembinaan di akademi PB Djarum mengutamakan pada tiga aspek, yakni body, mind, and soul. Dari aspek body tentu itu sudah terukur dari materi pelatihan sehari-hari di PB Djarum. Sementara aspek mind and soul ini merupakan bagian dari softskill yang antara lain bisa didapatkan melalui aktivitas outbound seperti ini,” papar Fung.

Fung menambahkan, dalam pola pelatihannya, PB Djarum senantiasa berevolusi dan dinamis mengikuti perkembangan zaman. Konsep pelatihan PB Djarum tidak bertahan hanya dengan metode-metode konvensional yang menekankan pada aspek fisik, meski terbukti sukses di masa lalu. Sebagai akademi bulutangkis yang modern, PB Djarum menggabungkan konsep kepelatihan dengan metode-metode dari sisi psikologi, sport science, teknologi, dan sebagainya.

“Dalam outbound ini, treatment yang diberikan sudah disesuaikan dengan masing-masing kelompok usia. Para pelatih PB Djarum akan menjadi observer dan melihat kemampuan dari setiap atlet dalam setiap usahanya mengatasi dan menaklukan tantangan. Dari situ kita bisa melihat seperti apa karakter setiap atlet serta bagaimana usaha mereka mengeluarkan kemampuan terbaiknya,” ujar Fung.

“Untuk menjadi juara tidak bisa instan, harus melalui proses yang panjang dan melelahkan. Lewat outbound ini kami berharap para atlet punya keberanian menghadapi tantangan, punya daya tahan, dan memantapkan passion mereka untuk menjadi juara bulutangkis,” tambahnya. (Daryadi)