Legenda Malaysia Restui Lee Zii Jia Jadi Terhebat Dunia
Rabu, 25 Mei 2022 10:05:36
Majalahbulutangkis.com- Lee Zii Jia untuk pertama kali dalam kariernya berhasil menembus lima besar ranking dunia di sektor tunggal putra. Ini berdasarkan rilis peringkat dunia terbaru oleh Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) pada Selasa (24/5).
Lee Zii Jia menggantikan posisi Anthony Sinisuka Ginting yang kini terdorong ke peringkat 6 dunia. Lee Zii Jia kini mengepak 90.378 poin dari 41 turnamen, sedangkan Ginting mengemas 87.879 poin dari 35 turnamen.
Peringkat dunia Lee Zii Jia naik satu tingkat usai menjuarai Thailand Open 2022 di Bangkok. Ia menjadi pemain ketiga Malaysia yang menjuarai turnamen ini setelah Yong Hock Kin (2001) dan Hafiz Hashim (2005) sejak Thailand Open dimulai pada 1984.
Di final, Minggu (22/5), pemain berusia 24 tahun ini mengalahkan wakil Tiongkok yang berstatus pemegang medali emas Olimpiade Yunior, Li Shi Feng, 17-21, 21-11, 23-21. Lee Zii Jia mengklaim ini sebagai salah satu pertandingan terbaiknya.
"Phew, comeback yang menegangkan. Terima kasih kepada panitia pertandingan yang telah mengadakan turnamen ini dan khususnya kepada teman seperjuangan saya, Li Shi Feng, saya pasti dan yakin bahwa permainan kita berdua tadi amat mengagumkan telah menghibur semua pecinta olahraga bulutangkis," tulis Lee Zii Jia di Intagram-nya, @leeziijia.
"Kemenangan manis ini tak akan saya lupakan, tambahan dengan kemenangan medali emas dengan jersey macan saya di Thailand. Sampai lagi Thailand pada masa yang akan datang," imbuhnya.
Eksistensi Lee Zii Jia, yang sepekan sebelumnya juga menjuarai Badminton Asia Championships, jelas disambut suka cita publik Malaysia, tak terkecuali Lee Chong Wei. Mantan pemain yang diberi gelar Datuk ini menempati peringkat 1 dunia selama total 349 pekan, termasuk 199 pekan secara beruntun pada kurun 21 Agustus 2008 hingga 14 Januari 2012.
Legenda bulutangkis 'Negeri Jiran' ini merestui yuniornya tersebut menjadi pemain terhebat dunia dalam waktu dekat. Maklum, Lee Zii Jia jadi tunggal putra pertama Malaysia yang mampu menembus lima besar BWF setelah Lee Chong Wei.
"Sejujurnya saya tak ingat kapan saya pertama kali menembus lima besar, tapi itu semestinya setelah Olimpiade 2004 karena saya ingat masuk dalam kualifikasi 16 besar pemain kala itu," ungkap Lee Chong Wei dilansir dari News Straits Times, Selasa (24/5).
"Yang bisa saya ingat adalah seberapa kuat tantangannya begitu saya masuk lima besar. Begitu juga sekarang, semua mata terarah ke Zii Jia. Ia adalah pemain yang harus dikalahkan. Di sini adalah ujian-ujian sebenarnya ada - konsistensi dan tetap tak cedera akan menjadi kunci."
Lee Chong Wei tak khawatir dengan kondisi Lee Zii Jia yang memutuskan berstatus pemain profesional sejak Januari lalu. Sebab, mantan fisioterapis Lee Chong Wei dan Institut Olahraga Nasional, Sandra Fiedler, menjadi bagian dari tim profesional yang berada di belakang Lee Zii Jia.
"Di sinilah Sandra sangat penting. Saya tahu karena saya pernah bekerja sama dengannya cukup lama. Jika bukan karena Sandra, saya tak akan menjadi sosok yang dikenal banyak orang sekarang," ujar peraih tiga medali perak Olimpiade yang pensiun dari bulutangkis pada 2019 tersebut.
"Ingat ketika saya nyaris batal ikut Olimpiade 2012 (London) karena cedera setelah Piala Thomas di Tiongkok? Sandra-lah yang membuat saya bangkit.
"Bahkan, ketika saya ke London, saya tak dalam kondisi terbaik, tapi perlahan dengan bantuan Sandra, saya berhasil melaju. Zii Jia beruntung karena ia akan mendapatkan rencana untuk turnamen-turnamennya dan dengan sebuah tim solid di sisinya, saya rasa tak mustahil baginya menjadi terhebat dalam waktu dekat.
"Satu-satunya nasehat saya adalah berlatih keras, membuat rencana dengan baik dan hindari cedera."
Di samping Sandra, tim Lee Zii Jia juga terdiri dari Indra Wijaya (pelatih), Lim Joe Heang (mantan pelatih fisik Federasi Bulutangkis Malaysia), Liew Daren (asisten pelatih sekaligus pemain aktif), dan Lee Zii Yii (manajer sekaligus kakak perempuan Lee Zii Jia).
Sebagai pelatih, Indra sangat memahami perkataan Lee Chong Wei. Itu sebabnya, pelatih berdarah Indonesia itu tak akan menguras tenaga Lee Zii Jia dengan mengikuti banyak turnamen. Alhasil, Lee Zii Jia dipastikan absen dari Indonesia Masters Super 500 (7-12 Juni) dan baru bertanding lagi di Indonesia Open Super 1000 (14-19 Juni).
"Situasinya tak pernah mudah sekarang, tapi begitulah jika kita ingin menjadi yang terhebat. Lawan-lawan Zii Jia akan semakin sulit dikalahkan. Kuncinya adalah tetap rendah hati, bekerja keras dan melakukan semuanya satu demi satu. Ingatlah jadwal turnamen sekarang sangat padat dan tak mudah berada di atas dalam waktu lama," ungkap Indra.
"Kami akan mengambil rehat sebentar sebelum mempersiapkan diri untuk Indonesia Open," pungkasnya.
(Indra)
Sumber foto: Twitter