Juara All England Praveen/Melati Raih Bonus Rp 450 Juta

Kamis, 11 Juni 2020 17:26:41

 

Majalahbulutangkis.com- Tak ada kata terlambat untuk memberikan apresiasi. Itulah yang dilakukan oleh PB.Djarum yang selalu konsisten memberikan bonus sebagai perangsang motivasi bagi atlet-atletnya yang telah berprestasi.

Kali ini penghargaan diberikan kepada pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang sukses menjuarai turnamen bulutangkis tertua di dunia All England Open 2020 pada pertengahan Maret lalu. Tak seperti biasanya, acara pemberian penghargaan atlet PB Djarum sebelumnya yang dilakukan secara tatap muka, pemberian apresiasi kepada Praveen/Melati dilakukan secara virtual sesuai dengan anjuran pemerintah tentang protokol kesehatan selama masa pandemi Covid-19 yang menerapkan physicial distancing bagi setiap individu.

Seremoni virtual ini diselenggarakan dari beberapa tempat dan dihadiri oleh Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin (dari Kudus, Jawa Tengah), Praveen Jordan/Melati Daeva dan Pelatih Ganda Campuran, Nova Widianto (dari Pelatnas, Cipayung, Jakarta), serta Pelatih Ganda Campuran, Richard Mainaiky (dari Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara). Acara ini dipandu oleh Yuni Kartika dari Jakarta, pada Kamis (11/6). Puluhan jurnalis dari berbagai media massa di Indonesia turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Di ajang All England lalu Praveen Jordan/Melati Daeva Oktaviani berhasil menjadi kampiun usai mengungguli perlawanan sengit dari wakil Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai lewat drama rubber game di partai puncak dengan skor 21-15, 17-21, dan 21-8 di Birmingham Arena, Inggris, Minggu (15/3).

Atas prestasi tersebut, Bakti Olahraga Djarum Foundation memberikan penghargaan berupa bonus berupa deposito BCA kepada Praveen Jordan dan Melati Daeva Oktaviani masing-masing Rp 200 juta. Selain itu, bonus juga diberikan berupa voucher belanja dari Blibli.com senilai Rp 25 juta bagi keduanya. Dengan demikian, total bonus yang diterima Praveen/Melati mencapai Rp 450 juta.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation yang juga Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin, mengatakan pemberian bonus ini adalah bentuk motivasi dari Djarum Foundation kepada kedua atlet PB Djarum yang baru saja diduetkan pada 2018 lalu.

“Bonus ini merupakan apresiasi kepada Praveen/Melati atas dedikasi dan kerja keras mereka sehingga meraih kesuksesan di All England 2020. Saya optimistis, Praveen/Melati dapat menjadi penerus Tontowi/Liliyana di masa mendatang dan membawa pulang lebih banyak lagi gelar juara bagi Indonesia,” ujar Yoppy.

Bagi Praveen, kemenangan di All England 2020 terasa sangat istimewa. Titel juara di turnamen bergengsi tersebut membuat Praveen sebagai pemain putra Indonesia pertama yang mampu dua kali menjuarai nomor ganda campuran All England dengan dua pasangan berbeda. Sebelumnya, pada All England tahun 2016, Praveen meraih gelar juara bersama Debby Susanto.

“Tentunya bangga sekali bisa meraih gelar di ajang sebesar All England. Hal ini tak lepas dari peran klub, pelatih dan juga PBSI yang telah mengasah kemampuan kami sehingga bisa meraih prestasi sebesar ini. Dengan bonus ini, bagi saya yang terpenting adalah harus terus bekerja keras yang nantinya bisa mendulang prestasi lebih tinggi lagi dan mengharumkan nama bangsa di mata dunia,” ujar Praveen.

Hal senada juga disampaikan oleh Melati. Dara kelahiran Banten, 26 Oktober 1994 ini juga berterima kasih kepada Djarum Foundation, PB Djarum dan juga pelatih yakni Nova Widianto dan Richard Mainaky yang telah memberikan dukungan besar sehingga ia dan Praveen bisa menorehkan prestasi level dunia. “Terima kasih atas kepercayaan maupun perhatian yang telah diberikan. Bonus ini merupakan motivasi agar saya bersama Praveen terus konsisten meraih prestasi,” sambung Melati.

Kemenangan Praveen/Melati di ajang All England 2020 membawa mereka menghuni peringkat 4 dunia dengan raihan 80.247 poin. Mereka naik satu peringkat menggeser ganda campuran asal Jepang, yaitu Yuta Watanabe/Arisa Higashino. Perlahan tapi pasti, Praveen/Melati mulai meramaikan persaingan di papan atas peringkat dunia.

“Prestasi Praveen dan Melati memberikan kita harapan bahwa Indonesia bisa kembali berbicara banyak di sektor ganda campuran pada masa mendatang. Setelah mundurnya Owi/Butet, sudah dua tahun Indonesia tidak berada di peringkat satu dunia pada sektor ini. Semoga dalam waktu yang tidak begitu lama, Praveen/Melati bisa merebut kembali tempat tersebut,” tukas Yoppy.

Yoppy pun berharap, prestasi yang diraih oleh Praveen/Melati ikut memotivasi para atlet PB.Djarum lainnya, terutama di sektor tunggal putri dan ganda putri. Karena dari dua nomor inilah belum satu pun atlet binaan PB.Djarum mampu memenangkan gelar All England. (Daryadi)