Jonatan Terhenti, Peluang Tunggal Putra Berakhir

Jumat, 17 Nov 2017 19:48:09

 

Majalahbulutangkis.com- Tunggal putra harapan Indonesia, Jonatan Christie akhirnya harus mengakhiri perjalanannya di China Open Super Series Premier 2017 di Haixia Olympic Sports Center, Fuzhou, Tiongkok.

Menghadapi pemain Hong Kong, Ng Ka Long Angus di babak dua Kamis (16/11), Jonatan justru kalah dua game langsung, dengan 15-21, 18-21.

“Sebenarnya sayang karena harus kalah di sini. Cuma namanya permainan, saya memang harus dituntut untuk lebih konsisten. Kemarin saya main bagus, terus sekarang lawan main bagus, seharusnya saya bisa. Itu juga tantangan buat saya. Kalau musuh lebih bagus, saya harus bisa keluar dari tekanan,” kata Jonatan.

Jonatan mengaku penampilannya kali ini jauh dari harapannya. Ia tampak banyak melakukan kesalahan sendiri, di sisi lain Ng tampil lebih baik dari Jonatan.

“Empat lima poin tadi saya gampang sekali membuangnya. Memang terasa ada perbedaan dengan pertandingan kemarin. Shuttlecocknya lebih lambat dan anginnya sedikit sekali. Dan dia memanfaatkan itu,” ujar Jonatan.

Pertandingan hari ini merupakan yang keempat kalinya bagi Jonatan dan Ng. Secara keseluruhan, Jonatan unggul 2-1 dari Ng. Namun pada pertemuan terakhir di Malaysia Masters 2017, Jonatan kalah 21-13, 15-21 dan 16-21.

“Pertemuan sebelumnya juga sama ramai. Dia tipe mainnya di net terus dorong, begitu terus. Dengan bola lambat di sini dia untung. Dorong dan lewatnya dia nggak ada outnya. Beberapa kali bola saya taruh di depan, dia sudah langsung menunggu,” jelas Jonatan

“Sebenarnya kalau saya lebih tenang sedikit, saya bisa mengatasinya. Tapi tadi bawaannya pengen cepat terus, jadi kaya ngaco. Ditaruh nyangkut, disilang out, servis nyangkut. Saya sudah berusaha keluar, sudah mengejar tapi kemudian balik lagi, agak susah buat keluar. Sebenarnya kami masih bisa sama-sama mati langkah atau sama-sama main bagus. Tapi saya lebih nggak berani, sementara dia lebih all out,” imbuh pemain kelahiran tahun 1997 tersebut.

Gagal menembus babak perempat final, Jonatan pun mengevaluasi penampilannya. “Saya harus lebih matang dan telaten dalam menerapkan permainan. Sementara lawan hari ini main di bola dan pola yang tepat,” ujarnya.

Dengan demikian habis sudah wakil tunggal putra Indonesia di turnamen ini. Sebelum Jonatan, Anthony Sinisuka Ginting sudah kalah di babak pertama. Sementara seniornya, Sony Dwi Kuncoro terhenti di babak kualifikasi. (MB-01)