Jonatan Christie Raih Bonus dari PB.Tangkas

Rabu, 10 Oktober 2018 18:37:02

 

Majalahbulutagkis.com- Meski euforia Jonatan Christie yang memenangkan medali emas di ajang Asian Games XVIII 2018 di Jakarta, Agustus lalu, sudah mulai berlalu. Namun, tidak ada istilah terlambat untuk pemberian bonus bagi sang juara.

PB.Tangkas Intiland sebagai klub yang pernah melahirkan dan membesarkan Jojo -sapaan akrab Jonatan- memberikan apresiasi dengan mengucurkan bonus atas suksesnya itu sebesar Rp 300 juta.

Pemberian bonus yang disampaikan langsung oleh pendiri dan pemilik PB.Tangkas, Justian Suhandinata memang baru dilakukan Senin malam lalu (8/10) di Jakarta. Acara ini agak terlambat karena menyesuaikan jadwal pertandingan Jojo yang cukup padat selepas penampilannya di Asian Games 2018.

Penampilan gemilang Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie di Asian Games 2018 masih lekat di ingatan masyarakat Indonesia, khususnya para pecinta bulutangkis. Anthony mempersembahkan medali perunggu, sedangkan Jonatan mendapat medali emas. Jonatan pun mengakui jika awalnya ia tak yakin bisa merebut emas, pasalnya penampilannya di beberapa turnamen terakhir kurang menggembirakan.

"Awalnya saya nggak optimis, apalagi sebelumnya di Kejuaraan Dunia saya kalah di babak pertama. Tapi dengan berkat dari Tuhan, saya tidak berhenti berusaha, hadiahnya saya dapat di Asian Games. Sekarang saya berlatih lebih keras karena ekspektasi masyarakat pasti lebih besar. Selanjutnya target terbesar saya adalah olimpiade, mulai tahun depan sudah fokus untuk mengumpulkan poin ke olimpiade," ungkap Jonatan.

Pemberian bonus dari PB.Tangkas untuk Jonatan memang terbilang paling akhir dibanding klub-klub lain yang sudah lebih dulu memberikan bonus kepada pemain asuhannya yang meraih sukses di Asian Games 2018, seperti PB.Djarum dan PB.Jaya Raya. Jonatan sendiri merupakan satu-satunya pemain PB.Tangkas yang masuk dalam skuad tim bulutangkis Indonesia di Asian Games 2018.

Sebelumnya pemain spesialis ganda putra Marcus Fernaldi Gideon juga merupakan pemain binaan PB.Tangkas. Namun, dua bulan jelang Asian Games Marcus hengkang ke PB.Jaya Raya.

Jonatan dan Anthony kini memiliki tantangan lebih berat untuk bisa tampil konsisten dan meraih gelar-gelar bergengsi lainnya. Untuk itu Kepala Pelatih Tunggal Putra PBSI, Hendry Saputra, terus menggembleng kedua pemain utama ini.

"Yang paling harus dijaga untuk bisa konsisten itu adalah disiplin dan komitmen. Disiplin harus dijaga. Setelah hasil Asian Games, pasti Anthony dan Jonatan punya komitmen sendiri, mereka pasti tidak puas sampai di Asian Games saja, namanya manusia pasti tidak ada puasnya, mau juara Asian Games, juara olimpiade," ujar Hendry.

"Memang disiplin itu tidak enak, berkomitmen itu tidak enak. Tapi perlu diingat, olimpiade itu sebentar lagi. Cita-cita semua pemain dan bangsa ini adalah olimpiade," tambah Hendry.

Setelah kemenangan Jonatan atas Shi Yuqi  di babak pertama, Hendry memang makin percaya diri dengan penampilan Jojo. Ditambah lagi saat Anthony berhasil menaklukkan Kento Momota asal Jepang.

"Kalau melihat hasil undian dan kondisi Jonatan, rasanya memang tidak memungkinkan. Tapi kalau Tuhan sudah berkehendak, tidak ada yang mustahil," sebut Hendry.

"Waktu Jonatan menang dari Shi, saya optimis sekali, tapi saya tidak bisa utarakan, saya diam saja. Kemudian Anthony menang dari Momota, itu adalah handicap saya, saya punya feeling, dari dua pemain saya itu, pasti akan ada yang dominan di Asian Games. Saya harus akui, luck nya memang ada di Jonatan, tapi Jonatan punya rekor pertemuan yang bagus dengan Chou Tien Chen. Kalau Anthony bisa menang dari Chou pun bagus, bisa all Indonesian final. Jadi, saya harus optimis, akan optimis terus," tukas Hendry. (MB-01)