Indonesia Open 2018: Final Olimpiade Rio 2016 Terulang di Istora

Minggu, 08 Juli 2018 06:04:39

 

Majalahbulutangkis.com- Pertarungan final nomor ganda campuran di ajang Olimpiade Rio 2016 antara pasangan andalan Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir melawan Chan Peng Soon/Goh Liu Ying (Malaysia) kembali terulang. Keduanya kembali dipertemukan di babak final Blibli Indonesia Open 2018 HSBC BWF World Tour Super 1000 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (8/7).

Ini merupakan pertemuan pertama bagi kedua pasangan setelah olimpiade. Dari 10 pertemuan, Chan/Goh baru satu kali berhasil mengalahkan Tontowi/Liliyana.

"Kami sudah mempersiapkan diri kalau kami akan melawan satu stadion, ha ha ha," kata Goh dalam konferensi pers.

"Kami bermain baik hari ini dan kami bisa menerapkan pola permainan kami. Semoga besok kami bisa bermain bagus. Kami respect pada Tontowi/Liliyana, sebelumnya kami akan melakukan analisis dan persiapan," kata Chan.

"Hari ini kami puas dengan penampilan kami, khususnya permainan net saya. Soal cedera, kondisi saya belum stabil, kadang bisa, kadang susah," ungkap Goh.

Chan/Goh secara meyakinkan berhasil melaju ke laga puncak setelah di semifinal Sabtu (7/7) mengalahkan andalan Tiongkok, Zheng Siwei/Huang Yaqiong dua game langsung 21-18, 21-16.

Sementara Tontowi/Liliyana sudah lebih dulu meraih tiket ke final usai mengalahkan sesama pemain Pelatnas, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja juga dua game langsung 21-18, 21-8.

Tontowi/Liliyana tampaknya sama sekali tak memberikan kesempatan kepada Hafiz/Gloria untuk mengembangkan permainan. Meskipun lebih diunggulkan, namun Tontowi/Liliyana mewaspadai junior mereka tersebut. Apalagi Hafiz/Gloria pernah mengalahkan Tontowi/Liliyana di babak kedua All England 2018 dengan skor 18-21, 21-15, 30-29.

Akan tetapi pertarungan kedua pasangan ini begitu berbeda dengan pertemuan pertama. Kali ini Tontowi/Liliyana benar-benar mendominasi jalannya permainan, terutama di game kedua.

"Seperti yang kami bilang ketemu teman sendiri itu lebih susah karena sudah tahu kelebihan dan kekurangan kami. Sebelum bertanding kami sudah ngobrol soal permainan dan kami bisa terapkan. Kami lihat mereka kurang tenang, nggak tahu terburu-buru atau apa, banyak kesalahan-kesalahan sendiri," ujar Tontowi. (MB-01)