Gregoria Melaju ke Semifinal

Kamis, 23 Juli 2020 18:56:41

 

Majalahbulutangkis.com- Sempat mengkhawatirkan di laga penyisihan grup, tunggal putri nomor 1 Indonesia, Gregosia Mariska Tunjung akhirnya berhasil memastikan tiket ke semifinal ajang bulutangkis Mola TV PBSI Home Tournament.

Dalam laga perempat final yang digelar di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Kamis sore (23/7), Gregoria yang menempati unggulan teratas dipaksa bermain tiga game sebelum mengatasi perlawanan Ruselli Hartawan 19-21, 21-13, 21-17 dalam durasi 54 menit.

Tertinggal di game pertama, Gregoria membalas di game kedua. Ruselli tampil antiklimaks di game kedua dan banyak melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak perlu. Sementara Gregoria terus melancarkan serangan ke pertahanan Ruselli dengan dropshot silang yang mematikan.

"Di game pertama saya masih tegang karena kekalahan tadi pagi, masih takut main lepas. Di poin 11 ke atas baru mulai menemukan permainan. Di game ketiga sebetulnya sudah lumayan habis tapi lebih maksa, jangan sering buang poin karena dapat poinnya susah," jelas Gregoria.

Di penyisihan Grup M yang digelar Kamis pagi ini, Gregoria dikalahkan juniornya, Putri Kusuma Wardani dengan skor 23-25, 22-20, 11-21. Bermain sabar menjadi kunci kemenangan Gregoria di babak perempat final sore ini. Untuk mempersiapkan pertandingan semifinal yang akan berlangsung besok pagi, Jumat (23/7), Gregoria ingin fokus recovery usai bertanding dua kali sehari.

Gregoria masih menunggu calon lawan di semifinal, antara Saifi Rizka Nur Hidayah atau Komang Ayu Cahya Dewi.

"Pemain muda main lebih lepas, seperti Putri tadi. Saya harus siap misalnya sudah unggul atau sudah enak mainnya, jangan lengah malah jadi rugi," tutur pemain asal klub Mutiara Cardinal Bandung ini.

Sementara di laga lain, Asti Dwi Widyaningrum juga melaju ke semifinal setelah mampu membalas kekalahannya dari Ester Nurumi Tri Wardoyo dengan skor 17-21, 23-21, 21-9.

Di game kedua, Asti sudah tertinggal jauh 12-17, namun perlahan tapi pasti, Asti menyusul perolehan skor dan balik unggul dengan kedudukan 19-17. Asti lagi-lagi membuat Ester di bawah tekanan saat berhasil memaksakan setting dengan menyamakan kedudukan 20-20. Asti yang pandai memanfaatkan kesempatan di poin-poin kritis akhirnya merebut game kedua.

Di game ketiga, Asti menguasai penuh jalannya permainan. Sedangkan Ester sepertinya masih belum bisa mengembalikan fokusnya setelah kehilangan game kedua. Ia banyak melakukan kesalahan-kesalahan sendiri yang semakin menguntungkan Asti.

"Masih sama dengan tadi pagi, pokoknya saya jangan mati sendiri. Saya main lebih safe terutama di belakang, karena pasti Ester kasih pengembalian ke arah belakang," kata Asti.

"Di game kedua, Ester agak lengah, jadi saya bisa ambil kesempatan saat itu. Waktu game ketiga memang saya sudah siap, apalagi di pertemuan sebelumnya saya kalah dengan skor jauh. Ester juga pergerakan kakinya tidak secepat sebelumnya, dia banyak melakukan kesalahan sendiri," lanjut Asti.

Laga ini merupakan ulangan babak penyisihan grup N, saat itu Ester mengalahkan Asti dengan skor 21-10, 21-10. Asti mengatakan kekalahannya disebabkan ia tak yakin dengan permainannya, sehingga Ester lebih mudah melancarkan serangan-serangan. Selain itu Ester memang unggul di bola-bola yang mengarah ke belakang.

Di babak semifinal, Asti akan bertemu dengan pemenang antara Putri Kusuma Wardani atau Fitriani.

"Peluangnya sama saja karena kekuatannya imbang semua, ketemu siapa saja oke lah," ucap Asti. (MB-01)