French Open 2018: Kevin/Marcus Kembali Jadi Tumpuan di Final

Minggu, 28 Oktober 2018 05:04:21

 

Majalahbulutangkis.com- Kubu Indonesia hanya meloloskan satu wakil di babak final French Open 2018 lewat pasangan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Pasangan peringkat satu dunia ini menang dua game langsung atas Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty (India), dengan dua game langsung, 21-12, 26-24 di laga semifinal Sabtu (27/10).

Menang mudah di game pertama, Kevin/Marcus mesti kerja keras di game kedua. Pertandingan berlangsung cukup ramai. Beberapa kali tertinggal di game kedua, Kevin/Marcus meraih match point pada kedudukan 20-19, namun Rankireddy/Shetty terus menekan dan balik unggul 21-20.

Pertarungan di setting poin game kedua berlangsung seru, Kevin/Marcus yang menekan di saat-saat kritis, akhirnya berhasil memenangkan permainan.

"Kami senang bisa ke final, di game kedua lawan mainnya beda sekali dari game pertama, banyak peningkatan. Di game pertama mereka mungkin tegang, jadi tidak nyaman mainnya," kata Marcus soal permainan.

 "Pada game pertama, lawan mudah dimatikan. Namun mereka mempercepat permainan di game kedua, defense mereka pun lebih rapat," tambah Kevin.

Partai final French Open 2018 akan mempertemukan Kevin/Marcus dengan Han Chengkai/Zhou Haodong asal Tiongkok. Di laga semifinal Han/Zhou mengalahkan pasangan Lee Jhe Huei/Lee Yang (Korsel) 13-21, 21-18, 21-17.

Ini merupakan ulangan pertandingan China Open 2018 dimana kala itu Kevin/Marcus dikalahkan Han/Zhou dengan skor 19-21, 21-11, 17-21.

"Kami sudah mengevaluasi penampilan kami di pertemuan sebelumnya. Kami harus lebih siap capek dengan kondisi lapangan seperti ini, lebih mau maksa karena lawan tidak mudah dimatikan. Mereka juga pernah mengalahkan kami, jadi kami harus lebih siap," ucap Kevin.

Sementara di laga semifinal lainnya pasangan ganda putri andalan Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu belum mampu lepas dari trauma menghadapi pasangan Jepang. Langkah mereka dijegal oleh unggulan kelima Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara dengan skor telak 10-21, 8-21 dalam waktu 34 menit.

Ini adalah kekalahan kedua Greysia/Apriyani dari pasangan juara dunia 2018 tersebut. Kekalahan pertama terjadi di Kejuaraan Dunia 2018 juga dengan dua game langsung 12-21, 21-23.
 
"Kami banyak tertekan oleh lawan. Kami tidak bisa keluar dari tekanan, kami tidak tampil seratus persen dan memang mereka yang membuat kami tidak bisa mengeluarkan kemampuan kami," kata Greysia usai pertandingan.

"Power mereka kencang, pola main mereka juga beda dengan pasangan Jepang lainnya. Tapi menurut saya menghadapi mereka sama sulitnya dengan pasangan yang lain, yang paling menonjol dari mereka adalah mereka kuat," ujar Apriyani.

"Tentu kami kecewa dengan kekalahan di semifinal lagi, bukan berarti kami menyerah, kami harus evaluasi penampilan kami," tambah Greysia. (MB-01)