Djarum Superliga 2019: Tim Putra PB.Djarum Ungguli Jatim United 4-1

Senin, 18 Febuari 2019 18:18:00

 

Majalahbulutangkis.com- Tampil dengan mengandalkan kekuatan pemain lokal, tim putra PB.Djarum Kudus sukses mencatat kemenangan pertama melawan tim Djarum United dengan skor  4-1 di babak penyisihan Grup B ajang Djarum Superliga Badminton 2019 di Gedung Sabuga, Bandung, Senin (18/2).

Kubu PB.Djarum sempat dibuat tegang tatkala di partai pembuka Ihsan Maulana Mustofa gagal mengatasi tunggal pertama Djarum United yang juga pemain senior Sony Dwi Kuncoro. Ihsan menyerah dua game langsung 13-21, 9-21 dalam waktu 40 menit.

Sony menguasai jalannya pertandingan dari awal dan membuat Ihsan tak dapat keluar dari tekanan. Pukulan-pukulan yang diarahkan Sony begitu menyulitkan Ihsan sehingga ia tak dapat mengembalikan dengan baik.  Kekalahan di game pertama membuat Ihsan semakin menurun di game kedua. Ia akhirnya menyerah dengan skor telak 9-21 di game kedua. Tim Jatim United pun unggul 1-0.

“Mungkin kondisi Ihsan menurun, tadi strategi main Ihsan terlalu lambat, pasif, saya hanya berusaha bola untuk masuk saja. Kemudian saya mempercepat permainan, jangan sampai ketinggalan kecepatannya,” ujar Sony setelah permainan.

“Hari ini Ihsan gampang kendor sendiri, saya tahan, saya lawan, akhirnya dia menurun sendiri. Seharusnya dia bisa lebih baik dari ini. Tapi kalau tadi strategi saya tidak berubah, dia bisa lebih gampang nyetir saya, karena dari kecepatan kan saya kalah,” sebut Sony.

Sementara itu, Ihsan mengakui bahwa ia tampil kurang lepas dan tak dapat bermain di performa terbaiknya.

“Saya kurang puas karena tidak bisa mengeluarkan seluruh kemampuan saya, ragu-ragu semua. Feeling-nya belum dapat. Shuttlecock yang dipakai kencang, jadi susah dikontrol dan out terus,” jelas Ihsan setelah permainan.

“Tidak ada beban, tapi memang mainnya kurang bisa enjoy. Sony adalah pemain yang berpengalaman, jadi lebih bisa mengontrol dan menguasai lapangan. Yang paling jelas itu stroke nya dia, membuat orang mainnya jadi tidak enak,” tukas Ihsan lagi.  

Namun di partai kedua yang menampilkan partai ganda, pasangan senior PB.Djarum Kudus, Berry Angriawan/Mohammad Ahsan berhasil menyamakan kedudukan 1-1 usai menang dalam pertarungan tiga game, 21-14, 19-21 dan 21-16 atas pasangan muda Calvin Kristanto/Yantoni Edy Saputra dalam waktu 42 menit.

Meski berhasil memenangkan pertandingan, namun Berry/Ahsan mengaku cukup kerepotan kala meladeni permainan pasangan muda itu. Game kedua sedikit menjadi shock terapi buat Berry/Ahsan. Calvin/Yantoni secara mengejutkan mampu memberikan perlawanan yang sangat baik di game kedua.

“Kalau dari permainan sebetulnya sudah normal. Tapi di game kedua tadi lawan bermain lebih berani fight, tidak seperti permainan mereka di game pertama. Jadi pola permainan mereka di game kedua itu benar-benar melawan pola kita di lapangan. Makanya tadi kita sempat kaget juga. Tapi Alhamdulillah kita bisa menyelesaikan tugas dengan kemenangan,” kata Mohammad Ahsan usai laga.

PB Djarum Kudus pun berhasil membalikkan keadaan dengan keunggulan 2-1 atas PB Jatim United. Di partai ketiga yang menampilkan nomor tunggal, Shesar Hiren Rhustavito menang 21-11 dan 21-13 atas Muhammad Bayu Pangisthu dalam waktu 29 menit.

Kemenangan PB.Djarum Kudus akhirnya ditentukan di partai keempat melalui pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Praveen Jordan. Meski dipaksa bermain tiga game Kevin/Praveen menang 18-21, 21-18 dan 21-13 atas pasangan muda Syahrizal Dafandi Arafixqli/Syahrozi Dafandi Arafixqli dalam durasi 41 menit.

Pasangan kembar itu tampil mengejutkan di game pertama dengan mencuri kemenangan atas Kevin/Praveen. Namun, pengalaman yang dimiliki Kevin/Praveen berhasil mengembalikan keadaan di game kedua dan tampil meyakinkan di game ketiga.

“Baru pertama kali main dengan atmosfir seperti ini. Terus saya rasa shuttlecock di sini cukup kencang juga. Selain itu, lawan juga bermain dengan lumayan baik. Mereka cukup berani dan cukup baik di lapangan. Walaupun mereka pasangan junior, tapi sudah cukup oke,” kata Kevin.

Berbeda dengan Kevin, Praveen Jordan justru lebih beradaptasi dengan perannya sebagai pemain ganda putra. Makluk, Praveen merupakan pebulutangkis spesialis ganda campuran.

“Saya pelan-pelan masih harus beradaptasi dari permainan ganda campuran ke ganda putra. Saya sudah lama sekali tidak bermain ganda putra,” tutur Praveen Jordan.

Sementara itu, di partai pamungkas yang mempertandingan nomor tunggal putra, Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik dan menyempurnakan kemenangan 4-1 untuk PB Djarum Kudus atas PB Jatim United. Ikhsan menang dua game langsung atas Aldo Oktaviano Purnomo dengan skor 21-12 dan 21-10 dalam waktu 30 menit. (MB-02)