Djarum Superliga 2019: Mutiara Cardinal Bekuk Granular 5-0

Selasa, 19 Febuari 2019 22:38:54

 

Majalahbulutangkis.com- Juara bertahan tim putri PB.Mutiara Cardinal Bandung sukses membukukan kemenangan telak 5-0 melawan tim Granular Badminton Academy asal Thailand di babak penyisihan Grup Y ajang Djarum Superliga Badminton 2019 di Gedung Sabuga, Bandung, Selasa (19/2).

Djarum Superliga Badminton 2019 memang menjadi tantangan besar bagi tim putri Mutiara Cardinal Bandung. Di ajang tahun ini, tim yang dimanageri Umar Djaidi ini tak hanya datang dengan status juara bertahan, tetapi mereka juga berlaga di hadapan publik sendiri di kota Bandung.

Namun hal ini tak ingin dijadikan beban oleh tim yang dimotori Gregoria Mariska Tunjung ini. Mereka berharap justru bisa tampil nothing to lose namun tetap memberikan yang terbaik di hadapan warga Bandung.

"Kami berharap dukungan dari publik Bandung, tidak ingin mengecewakan. Apalagi jarang kan ada event internasional di Bandung. Tetapi kami tidak bebankan ke anak-anak, kami bilang kepada mereka untuk main lepas saja," kata Umar saat ditemui di Sasana Budaya Ganesha.

Kemenangan tim Mutiara Cardinal dibuka oleh pemain andalannya Gregoria Mariska Tunjung mengalahkan tunggal pertama Granular Manassanan Lerthattasin dua game langsung 21-18, 21-17 dalam waktu 27 menit.

"Saya masih beradaptasi dengan kondisi shuttlecock dan lapangan karena baru sekali latihan di sini dan juga hanya sebentar. Tapi, sekarang sudah lebih tahu, ke depannya harus bagaimana di lapangan," ujar Gregoria usai pertandingan.

Berikutnya di partai kedua, pasangan Maretha Dea Giovani/Yulfira Barkah harus kerja keras sebelum mengalahkan pasangan Chayanit Chaladchalam/Phataimas Muenwong dalam laga tiga game 14-21, 21-16, 23-21 selama 70 menit.

Kemenangan Mutiara Cardinal dipastikan oleh Cheung Ngan Yi yang mengalahkan Panisa Puangsawat dua game langsung 21-5, 21-11 dalam waktu 27 menit.

Unggul 3-0 tak membuat Mutiara Cardinal mengendorkan permainan. Di laga keempat pasangan impor Eom Hye Won/Kim Ha Na menambah keunggulan Mutiara Cardinal usai menang telak atas pasangan Nannapas Sukklad/Suchanya Kanchanasaka 21-5, 21-9 dalam waktu 32 menit.

Kemenangan Mutiara Cardinal akhirnya ditutup oleh Hanna Ramadini yang sukses menundukkan Somm Sawangsari dua game 21-12, 21-14 dalam durasi 32 menit.

Berkat kemenangan tersebut PB Mutiara Cardinal Bandung sementara berada di puncak klasemen grup Y, disusul PB Djarum, Saishunkan Nihon-Unisys dan Granular Badminton Academy di posisi ketiga dan keempat.

"Sebetulnya kami agak khawatir dengan ganda putri di partai kedua, karena pasangan Granular ini menang waktu lawan wakil PB Djarum. Partai kedua ini yang memang kami waspadai," ungkap Umar.

"Kami tidak berpikir ketemu Djarum dulu, fokus saja dulu tim Saishunkan Nihon-Unisys. Persaingan di grup Y memang tinggal kami dan dua klub ini, karena setelah kalah dua kali, rasanya sulit buat tim Granular untuk ke semifinal," sebut Umar.

Dua tahun lalu, PB Mutiara Cardinal Bandung tampil di superliga dengan seratus persen pemain dari klub mereka sendiri, berbeda dengan tahun ini yang diperkuat pemain-pemain asing. Namun dituturkan Umar, sebetulnya tim Mutiara Cardinal Bandung sudah punya niat untuk memperkuat timnya dengan pemain-pemain top dunia.

"Jujur sebenarnya kami mau ambil pemain asing yang lebih bagus lagi, tapi kan ada problem mereka harus tanding di turnamen internasional. Tadinya mau panggil pemain tunggal yang lebih bagus dari Gregoria, supaya dia jadi tunggal kedua. Kami berencana memanggil Ratchanok Intanon (Thailand)," ungkap Umar. (MB-02)