Djarum Superliga 2019: Final Ideal Putra Djarum vs Musica

Sabtu, 23 Febuari 2019 01:19:13

 

Djarumbadminton.com- Laga final ideal tersaji di ajang Djarum Superliga Badminton 2019 di Gedung Sabuga, Bandung, yang akan mempertemukan tim putra PB.Djarum Kudus melawan tim Musica Trinity. Laga final beregu putra ini pun menjadi ulangan final gelaran event yang sama pada tahun 2015 dan 2017.

Musica Trinity lebih dulu menjajaki partai final dengan mengalahkan tim Jaya Raya dengan skor 3-0 di laga semifinal yang berlangsung Jumat petang (22/2). PB Djarum tak mau kalah, mereka juga menang sempurna dengan skor 3-0 atas Berkat Abadi Banjarmasin.

Anthony Sinisuka Ginting membuka kemenangan pertama untuk Musica setelah mengalahkan pemain senior Tommy Sugiarto dengan skor 21-14 dan 21-16.  Selain sukses menyumbangkan satu poin untuk PB Musica Trinity, pada pertandingan kali ini menjadi kemenangan pertama bagi Anthony atas Tommy. Sebab, di kejuaraan reguler World Tour BWF, Anthony tercatat belum pernah mengalahkan Tommy Sugiarto.

“Puji Tuhan hari ini saya bisa mengalahkan Tommy. Baru kali ini saya bisa menang melawan Tommy. Saya banyak belajar dari beberapa kekalahan atas Tommy di pertandingan sebelum-sebelumnya. Saya juga dapat masukan dan banyak hal yang saya pelajari untuk memperbaiki penampilan,” ungkap pebulutangkis peringkat 7 BWF ini.

Kembali dipercaya memperkuat tim putra PB Musica Trinity untuk kedua kalinya sejak 2017 lalu, Anthony lantas tak mau menyia-nyiakan kesempatan dan kepercayaan yang diberikan kepadanya. “Ini kedua kalinya saya dipercaya untuk membela Musica Trinity. Sebagai pemain, pastinya saya ingin memberikan yang terbaik dan tidak mau menyia-nyiakan kepercayaan,” tutupnya.

Di partai kedua yang menampilkan partai ganda, Musica yang menurunkan Fajar Alfian/Vladirmir Ivanov mampu memberikan kejutan dengan mengalahkan pasangan Hendra Setiawan/Marcus Fernaldi Gideon dengan dua game langsung, 22-20 dan 22-20.

“Kejutan justru hadir dari Fajar/Vladimir. Ini ramuan baru kita. Sebelumnya kita tidak menyangka kalau mereka bisa mengalahkan Hendra/Marcus. Tapi ternyata mereka bisa tampil maksimal dan memenangkan pertandingan,” jelasnya.

Jonatan Christe akhirnya menjadi penentu kemenangan bagi PB Musica Trinity di partai ketiga babak lewat kemenangan dua game langsung atas Tien Minh Nguyen dengan skor 21-10 dan 21-15

Manajer tim PB Musica Trinity, Effendy Widjaja justeru mengaku tak menyangka bila anak asuhannya bisa menang dengan telak tanpa balas.

“Kita malah tidak menduga bisa menang 3-0. Karena kalau dilihat secara ranking, pemain ganda kita berada di bawa tim lawan. Tapi justeru kita bisa menang dengan begitu cepat dan sempurna,” ungkap Effendy Widjaja.

Sementara di partai semifinal berikutnya, PB.Djarum membuka kemenangan melalui tunggal putra andalannya Ihsan Maulana Mustofa dengan mengalahkan Panji Ahmad Maulana dengan skor 21-19, 21-15.

Berikutnya di partai kedua pasangan Mohammad Ahsan/Kevin Sanjaya Sukamuljo juga sukses menyumbang angka kedua setelah menang straight game atas Agrippina Prima Rahmanto Putera/Ricky Karanda Suwardi, 21-19, 21-11.

Shesar Hiren Rhustavito menjadi penentu kemenangan usai menekuk Wisnu Yuli Prasetyo 21-9, 15-16. Pada kedudukan memimpin 16-15 di game kedua, Wisnu mengalami cedera pada kaki kanannya, sehingga ia tak dapat melanjutkan permainan. Kemenangan pun otomatis jatuh ke tangan PB Djarum.

"Alhamdulillah saya bisa ambil poin, saya sudah persiapan melawan Wisnu. Kami pernah satu klub jadi saya tahu kelemahan dia. Saya lebih yakin karena fisik saya lebih kuat dari dia. Dari head to head saya lebih sering menang," ujar Shesar.

Bicara soal laga final, Fung Permadi (Manajer PB Djarum) mengatakan bahwa PB Djarum sudah pernah 'mencicipi' kekuatan Musica Trinity yang dari tahun ke tahun kekuatannya tak banyak berubah.

"Musica sudah juara empat kali, kami di posisi underdog. Kans di tunggal 40-60, tapi di ganda kami unggul 60-40. Susunan pemain Musica hari ini lebih mewakili siapa yang akan mereka turunkan besok, bukan siapa yang mereka turunkan saat melawan Sports Affairs, " kata Fung.
 
"Butuh kesiapan mental tekad dan yang terpenting kalau di bulutangkis itu kembali ke basic, tiap pukulan masuk. Jujur saya tidak prediksikan skor, hasil nomor dua, yang penting mereka bisa mengeluarkan kemampuan maksimal, ini lebih memuaskan dari kemenangan itu sendiri. Saya percaya kalau di pertandingan beregu, dengan atmosfernya, segala sesuatu bisa terjadi," tuturnya.

Sementara Manager Musica Trinity, Effendy Widjaja mengakui laga melawan PB.Djarum memang tak akan mudah.

“Kita harus mengakui PB Djarum Kudus unggul di sektor ganda. Tapi kita punya peluang di sektor tunggal. Untuk pertandingan besok kuncinya ada di partai pertama. Kalau kita kalah di partai pertama, pasti partai selanjutnya akan lebih berat. Semua masih punya peluang yang sama untuk juara superliga tahun ini,” tandasnya.

Partai final beregu putra akan dimainkan pada hari Minggu, pukul 13.00 WIB dan siaran langsungnya dapat disaksikan di Kompas TV. (MB-02)