Djarum Sirnas 2019: Seri Keenam Digelar di Mataram

Selasa, 03 September 2019 18:46:27

 


Majalahbulutangkis.com- Ajang bulutangkis Djarum Sirkuit Nasional 2019 telah menapaki seri keenam. Kali ini giliran kota Mataram di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berkesempatan menjadi tuan rumah turnamen yang digelar di di GOR 17 Desember Mataram, Jl. TGH Faesal No. 99X, Mandalika, Sandubaya, Mataram, 2-7 September 2019.

Seri keenam diikuti sebanyak 382 atlet dari berbagai klub di penjuru tanah air, dan akan memperebutkan total hadiah sebesar Rp. 290 Juta. Di turnamen ini akan mempertandingkan tiga kelompok usia. Yaitu remaja atau usia di bawah 17 tahun, taruna atau usia di bawah 19 tahun, dan dewasa atau kelas usia bebas. Dari tiga kelompok usia tersebut masing-masing akan memperebutkan lima gelar juara, yaitu tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.

"Salah satu indikator kesuksesan sebagai tuan rumah pada tahun 2017 adalah relatif tingginya jumlah penonton yang menyaksikan setiap pertandingan dan Kami juga mengimbau para pecinta bulutangkis di NTB, untuk ikut meramaikan event berskala nasional tersebut," ujar Junaidi Yaman, Ketua Pengprov PBSI NTB.

Meski prestasi atlet asal Nusa Tenggara Barat tidak begitu menonjol, tetapi Junaidi meyakini pada penyelenggaraan kali ini akan berdampak baik bagi minat masyarakat terhadap cabang olahraga bulutangkis.

"Event Djarum Sirnas bisa menjadi ajang mengukur kemampuan. Kami berharap atlet-atlet NTB yang akan ikut berlaga pada ajang bergensi tersebut bisa memberikan prestasi terbaiknya,".katanya.  

Bukan hanya panitia pelaksana saja yang mempersiapkan segala sesuatunya untuk menyukseskan perhelatan Djarum Sirnas NTB Open 2019, tapi para atlet pun siap tampil habis-habisan demi mendapatkan hasil terbaik.
 
Tak terkecuali atlet dari PB. Mutiara Cardinal, Bandung, Saifi Rizka Nurhidayah. Ia pun turut mempersiapkan diri, dan siap memperbaiki reputasi klubnya yang kemarin di Djarum Sirnas Jakarta tidak membawa gelar sama sekali.

“Saya lebih memperbaiki kekurangan dari segi tehnik dan mempersiapkan mental lagi setelah kemarin di Sirnas Jakarta tidak dapet gelar, latihannya seperti biasa, 3 kali, untuk mempersiapkan Sirnas NTB. Kemarin sempat dapet teguran dari klub juga karena tidak mendapat gelar, tapi teguran itu tidak membuat saya down, malah sebaliknya, saya lebih terpacu lagi untuk berburu gelar di sirnas selanjutnya," ungkap Saifi.

Selama perhelatan Djarum Sirnas 2019, pebulutangkis kelahiran Banyumas, 24 Agustus 2002 ini, pernah masuk semifinal di Djarum Sirnas Jateng Open di Purwokerto dan mencicipi gelar juara di Djarum Sirnas Kalsel Open di Banjar.
    
“Meskipun kemarin di jakarta saya kalah, karena persaingan sekarang lebih ketat dan merata, saya tetap memasang target saya sendiri untuk mempersembahkan yang terbaik untuk PB. Mutiara di Mataram," tukas Saifi. (Daryadi)