Deputi III Menpora Lepas Ikhsan Rumbay ke Pelatnas

Rabu, 03 Januari 2018 18:28:25

 

Majalahbulutangkis.com- Terpilihnya pebulutangkis tunggal putra binaan Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan, Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay ke Pelatnas PBSI tentu membawa kebanggaan tersendiri bagi Kemenpora yang selama ini mendukung program SKO.

Bukan rahasia lagi, pamor SKO Ragunan selama dua dasawarsa terakhir memang menurun drastis. Padahal, sekolah yang terletak di kawasan Jakarta Selatan ini pernah melahirkan sejumlah pebulutangkis legendaris seperti Icuk Sugiarto, Lius Pongoh, Susy Susanti, serta Alan Budikusuma.

Tak heran, ketika muncul lagi pebulutangkis yang mampu bersaing dengan atlet-atlet binaan klub-klub besar seperti Djarum Kudus, Jaya Raya, Tangkas, Exist, serta Mutiara Cardinal, seolah menyiratkan harapan baru kepada SKO Ragunan.

Wajar prestasi yang diraih Ikhsan Rumbay mendapatkan apresiasi dari Deputi III Kemenpora Dr.Raden Isnanta M.Pd yang secara khusus menerimanya di kantornya Rabu pagi (3/1).

"Keberhasilan Ikhsan Rumbay bisa menembus Pelatnas PBSI tentu sangat membanggakan. Dia bisa lolos ke Cipayung setelah dua tahun dilatih di SKO Ragunan. Ini menandakan program pelatihan yang dilakukan membuahkan hasil," ujar Raden Isnanta.

Ikhsan yang masih duduk di bangku kelas 12 SKO Ragunan sesungguhnya bukan satu-satunya yang lolos ke Pelatnas PBSI. Selain Ikhsan, sebelumnya juga ada dua pemain spesialis ganda binaan SKO Ragunan yang lolos ke Pelatnas PBSI yakni Amri Sahnawi dan Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan. Mereka merupakan tiga dari 10 pebulutangkis putra SKO Ragunan yang dilatih oleh mantan pebulutangkis nasional Luluk Hadiyanto.

Ikhsan yang lahir di Tomohon, Sulut, 15 Januari 2000, sebelumnya sempat dipanggil Pelatnas PBSI namun dengan status pemain magang terkait persiapan mengikuti ajang Asian Junior Championship serta World Junior Championship 2017.

Namun seiring prestasinya yang terus menanjak, antara lain juara di Malaysia Junior Challenge serta juara tunggal putra taruna di Kejurnas PBSI 2017, Ikhsan resmi dipanggil masuk Pelatnas PBSI dengan status SK (Surat Keputusan) untuk kelompok usia Pratama.

Dengan menyandang status resminya sebagai anggota Pelatnas PBSI maka seluruh keperluan latihan serta biaya mengikuti turnamen di luar negeri akan ditanggung sepenuhnya oleh PBSI.

Ikhsan sendiri mengaku senang akhirnya berhasil masuk Pelatnas PBSI. "Karena ini adalah cita-cita saya sejak meninggalkan kampung halaman. Saya bertekad tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini," ujar Ikhsan.

Sang pelatih Luluk Hadiyanto pun mengaku ikhlas melepas anak didiknya ini ke Pelatnas PBSI demi prestasi yang lebih tinggi lagi.

"Sudah saatnya Ikhsan mandiri. Dengan segala fasilitas yang tersedia di Pelatnas seharusnya Ikhsan bisa lebih maju lagi. Buktinya dengan sarana di SKO Ragunan yang terbatas Ikhsan mampu menjadi yang terbaik," tukas Luluk.

Selain akan didukung oleh PBSI dalam hal pengiriman ke luar negeri, Ikhsan juga akan mendapat tambahan dukungan dari Eagle, produk aparel olahraga yang sejak 2017 lalu memakai jasanya sebagai brand ambassador. (MB-01)