Debby Susanto Bantah Terima Fasilitas dari Eddy Prabowo

Kamis, 04 Febuari 2021 19:39:32

 

Majalahbulutangkis.com- Tak ada angin, tak ada hujan. Ketenangan kehidupan mantan pebulutangkis nasional Debby Susanto tiba-tiba terusik. Nama mantan pebulutangkis spesialis ganda campuran yang pernah menjuarai All England 2016 bersama Praveen Jordan ini disebut-sebut ikut menikmati aliran dana korupsi yang dilakukan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo.

Mantan menteri yang kini menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akibat terlibat kasus suap ekspor benih lobster itu dalam pemeriksaan di kantor KPK di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (3/2), menyebut nama Debby serta mantan pebulutangkis lainnya Keysa Maulitta Putri ikut menerima bantuan dari Eddy Prabowo pada tahun 2010. Bantuan yang diberikan berupa sejumlah uang untuk membeli peralatan olahraga dan juga disewakan satu unit apartemen di bilangan Kalibata, Jakarta Selatan.

Akibat pemberitaan yang telah mencemarkan nama baiknya tersebut Debby pun sontak bereaksi. Ia mengaku merasa dirugikan dengan pernyataan yang disampaikan kepada media oleh Eddy Prabowo.

"Saya tidak pernah kenal dan bertemu secara langsung dengan Bapak Edhy Prabowo. Saya saja baru tahu sosok dia ketika ramai kasus ekspor benih lobster kemarin. Jadi tidak benar bahwa saya telah menerima berbagai macam bantuan dan juga satu unit apartemen seperti yang diberitakan,” tegas Debby.

Debby yang kini memiliki seorang putra bernama Mikhael Kayana Daya, yang lahir pada 18 Oktober 2019, buah pernikahannya dengan Haptiwan Daya yang menikahinya pada 21 Oktober 2017 setelah 11 tahun berpacaran, mengaku tudingan yang diarahkan kepadanya sangat tidak beralasan.

“Apa yang saya nikmati saat ini, murni dari hasil jerih payah saya sebagai atlet bulutangkis. Saya masuk PBSI dan tinggal di asrama Pelatnas sejak tahun 2008 hingga akhirnya saya mengundurkan diri pada 2019. Bisa dicek sendiri. Kalau perlu silahkan tanya kepada Komala Dewi yang menjadi teman sekamar saya,” lanjut  Debby.

Apa yang ditudingkan oleh Eddy Prabowo memang terkesan sumir. Pasalnya, ia baru dilantik menjadi Menteri KKP pada 23 Oktober 2019. Eddy pun memutuskan berhenti sebagai menteri serta mundur dari kepengurusan Partai Gerindra pada 26 November 2020 setelah dirinya ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka kasus suap ekspor benih lobster. Sementara tudingan terhadap Debby dan Kesya telah menikmati aliran dana korupsi Eddy Prabowo terjadi pada tahun 2010.

Debby yang kelahiran Palembang, Sumsel, 3 Mei 1989 ini berharap namanya bisa segera direhabilitasi karena tudingan tersebut sudah mengganggu ketenangan kehidupan pribadinya. (Daryadi)