Daihatsu Indonesia Masters: Fitriani Tiga Kali Kalah dari Intanon

Kamis, 25 Januari 2018 22:14:37

 

Majalahbulutangkis.com- Fitriani, satu-satunya wakil tunggal putri Indonesia yang tersisa di ajang Daihatsu Indonesia Masters 2018 harus terhenti. Fitriani gagal merebut tiket perempat final setelah dihentikan Ratchanok Intanon (Thailand), dengan skor 17-21, 16-21 d.i babak kedua Kamis petang (25/1) di Istora Senayan, Jakarta.

Ini adalah kali ketiga Fitriani takluk dari Juara Dunia 2013 tersebut. Sebelumnya Fitriani juga dihadang Intanon dalam ajang Japan Open Super Series 2017 dan Malaysia Masters 2018.

“Lumayan puas dengan penampilan saya hari ini walaupun masih bnayak kesalahan sendiri dan salah pengembalian bola. Pukulan lawan sudah matang, saya harus latihan lebih keras lagi. Harapan saya tadi saya bisa mengeluarkan kemampuan saya, alhamdulillah semua udah keluar, cuma masih ada error nya,” ungkap Fitriani.

“Waktu di game kedua, saya ‘kalah’angin, jadi dorongan bola kurang kebelakang dan disergap oleh lawan. Sementara kaki saya kurang siap. Soal angin, saya kurang cepat adaptasi, lawan kontrolnya lebih bagus, dia sudah lebih matang,” tambah Fitriani.

Selanjutnya, Fitriani akan berkonsentrasi menuju Badminton Asia Championships 2018 yang akan berlangsung di Alor Setar, Malaysia, pada 6-11 Februari mendatang.

“Dari segi defense, saya masih sering ragu-ragu. Power saya harus ditambah, kecepatan harus konsisten dan fokus harus lebih stabil,” sebut Fitriani.

Sementara itu Asisten Pelatih Tunggal Putri PBSI, Herli Djaenudin, menuturkan bahwa masih banyak hal yang mesti dibenahi Fitriani.

“Banyak yang mesti dievaluasi, dari pertahanannya masih sering mati-mati sendiri. Variasi pukulan mesti ditambah. Fitri posturnya kecil, tapi kakinya kuat dan lincah. Kami harap ke depannya stroke nya lebih komplit,” jelas Herli.

Dikatakan sang pelatih, Fitriani cs memang masih belum bisa bicara banyak di turnamen selevel super series dan premier.

“Target kami realistis ya, untuk kelas super series dan premier, kami belum bisa bicara apa-apa, tapi kelas grand prix gold dan grand prix, masih bisa,” tutup Herli. (MB-01)