Daihatsu Indonesia Masters 2019: Jonatan Tantang Antonsen di Semifinal

Sabtu, 26 Januari 2019 03:57:48

 

Majalahbulutangkis.com- Jonatan Christie menjadi tunggal putra andalan Indonesia satu-satunya yang melaju ke babak semifinal ajang bulutangkis Daihatsu Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan,  Jakarta. Di babak 4 Besar Sabtu (26/1), Jonatan akan ditantang Anders Antonsen dari Denmark.

Di laga perempat final Jumat (25/1), Jonatan Christie sukses memenangkan duel dua game langsung atas Kidambi Srikanth (India), dengan skor 21-18, 21-19.

Pertandingan sempat berjalan menegangkan saat di game kedua Srikanth yang tertinggal jauh 12-3, pelan-pelan mendekat hingga kedudukan imbang 19-19. Satu penempatan Jonatan di sudut lapangan yang gagal diantisipasi Srikanth membuat Jonatan memastikan kemenangan.

“Ini semifinal pertama Semi pertama di 2019, saya merasa excited banget, tidak memikirkan harus menang, harus masuk semifinal, lakukan yang maksimal saja,” kata Jonatan.

“Di awal permaian, Srikanth belum langsung in, pergerakannya lambat. Sewaktu interval, dia sudah mulai in, pukulan net, smash, lob masuk terus, sudah bisa kontrol. Waktu saya sudah memimpin di angka 11 malah lebih cepat-cepat mau menyerang,” ujar Jonatan.

“Di game kedua awal cukup bagus, saya memimpin 11-4 dan Srikanth mulai main nothing to lose, defense dulu, lebih sabar. Dia sudah siap saya serang, serangan saya jadi mentah hanya dikembalikan di depan net dan membuat saya berlari, ini cukup memakan tenaga,” tambahnya.

Di poin akhir, Srikanth mengajukan protes terhadap keputusan hakim garis yang menyatakan pengembalian Jonatan jatuh di dalam lapangan. Namun wasit juga menyatakan bola masuk dan pertandingan selesai.

Pada babak empat besar, Jonatan akan bertemu dengan Anders Antonsen dari Denmark. Kedua pemain tercatat belum pernah bertemu.

“Antonsen mungkin menebak permainan saya, begitu juga saya, akan melihat video pertandingan masing-masing. Saya unggul di supporter, lawan-lawan saya terlihat sedikit nervous dengan riuhnya Istora, ini salah satu modal buat saya,” ungkap Jonatan.

“Antonsen pemain bagus, masih muda. Tipikal mainnya seperti pemain Eropa yang cepat, angkat bola dan smash. Mirip dengan (Viktor) Axelsen, tapi Antonsen lebih cepat karena dia lebih muda,” tambahnya.

Sayangnya langkah Jonatan tak diikuti rekannya Anthony Sinisuka Ginting yang tampil antiklimaks saat menghadapi unggulan pertama Kento Momota (Jepang). Anthony pun menyerah dua game langsung dengan skor telak 9-21, 10-21.

Tak seperti laga sebelumnya melawan Momota, kali ini Anthony tak dapat mengembangkan permainannya. Tak hanya dari segi pertahanan, menurutnya kali ini Momota juga lebih unggul dari serangan.

“Momota tidak mudah dimatikan, dan tidak mudah membuat kesalahan sendiri. Saya sudah coba segala cara, inisiatif menyerang dulu, percepat tempo permainan, tapi tidak dapat kesempatan bola belakang untuk dismash,” kata Anthony.

“Saya juga sudah mecoba untuk main defense untuk menguras tenaga lawan, tapi dia lebih siap, akurasi bolanya bagus, saya sudah menekan, tapi tidak berhasil. Kalau soal beban sih tidak, malah saya mau enjoy, tapi Momota memang tidak mudah ditembus,” jelas Anthony.

“Kalau dibilang kalah kelas sih enggak ya. Kalau kalah di permainan net bukan kalah kelas, dia sudah membaca saja, pukulan saya dia pelajari. Ekspektasi saya dia bermain lambat seperti saya lihat di video pertandingan dia sebelumnya, tapi hari ini dia inisiatif menyerang,” jelas Anthony saat menjawab pertanyaan media.

Meskipun kecewa tak dapat mempertahankan gelar yang diraih tahun lalu, namun ia tetap bersyukur akan hasil yang ia dapat di kejuaraan ini.

“Tentunya ingin pertahankan gelar, tapi namanya pertandingan, ada yang menang ada yang kalah. Momota memang musuh bebuyutan saya, sekarang head to head saya tambah jauh, masih banyak yang perlu saya evaluasi,” tutur Anthony.

Dengan kemenangan ini Kento melaju ke final dan akan berhadapan dengan Viktor Axelsen (Denmark). Unggulan keenam ini di perempat final sukses menggusur unggulan keempat asal Tiongkok, Chen Long dua game langsung 21-18, 21-14. (MB-01)