Daihatsu Indonesia Masters 2018: Owi/Butet Berharap Keberuntungan di Istora

Rabu, 24 Januari 2018 08:06:22

 

Majalahbulutangkis.com- Pasangan ganda campuran Ricky Karanda Suwardi/Debby Susanto berhasil melewati laga pertama di Daihatsu Indonesia Masters 2018 di Istora Senayan, Jakarta. Keduanya mengalahkan wakil Hong Kong, Lee Chun Hei Reginald/Chau Hoi Wah, dengan skor 15-21, 21-12, 21-10 di babak pertama Selasa malam (23/1).

“Di game pertama kami memang belum menemukan ritme permainan, masih terlalu pelan. Kalau instruksi dari pelatih, main lepas saja, percepat tempo permainan dan banyak menurunkan arah bola,” kata Debby dalam konferensi pers usai pertandingan.

Ini merupakan turnamen kedua bagi Ricky/Debby yang baru saja dipasangkan. Ricky/Debby pekan lalu memulai debut di ajang Malaysia Masters 2018. Tak heran jika keduanya masih mencari ritme permainan terbaik mereka. Ricky juga masih meraba pola permainan ganda campuran yang tentunya berbeda dengan pola di ganda putra yang menjadi spesialisasinya beberapa tahun belakangan.

"Saya masih belum menemukan ritme di ganda campuran, masih belum paham banget. Sampai saat ini kami masih terus meningkatkan komunikasi satu sama lain,” ungkap Ricky.

“Soal target, dari pelatih sih tidak ada. Tetapi saya mau menampilkan yang terbaik, mau membuktikan kalau saya juga bisa di ganda campuran,” tambah Ricky.

Kemenangan juga dipersembahkan oleh Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang harus melakoni laga 'perang saudara' melawan Masita Mahmudin/Riki Widianto dua game langsung 23-21, dan 21-17.

Bertanding di Istora Senayan, seperti yang sudah diketahui bahwa peraih medali emas olimpiade Rio De Janiero ini mempunyai hasil yang kurang baik ketika bermain di Istora. Maka dari itu, dengan selesainya renovasi Istora, Liliyana berharap 'jodoh' dengan Istora.

"Saya siap saja. Apalagi Istora sudah baru. Mudah-mudahan Istora yang sudah megah, bersih, ada _chemistry_ baru dari saya dan Owi untuk Istora ini," Ujar Liliyana.

Sementara itu, langkah Ricky/Debby ke babak kedua tak dapat diikuti Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja yang harus mengakui keunggulan Vitalij Durkin/Nina Vislova (Rusia) dalam permainan rubber game, 21-19, 19-21, 16-21.

“Kami seperti tidak bisa keluar dari tekanan, walaupun lagi nggak enak mainnya, tetapi kami tetap yakin bisa cari poin. Kami sebetulnya sudah tahu kelemahan mereka, tetapi kami terlalu nafsu mau mematikan. Di game kedua seharusnya bisa lebih tenang,” kata Hafiz setelah pertandingan.

“Banyak pelajaran yang diambil, harus bisa keluar dari tekanan, kelihatannya lawan banyak yang dimatikan, ternyata tidak. Habis ini ada India Open, jangan terlalu lama lah sedihnya, kami harus siap lagi,” tambahnya.

Hafiz/Gloria segera mempersiapkan diri jelang turnamen selanjutnya di India Open 2018 yang akan berlangsung di New Delhi, 30 Januari – 4 Februari 2018. (Kamilia)