BWF Superseries Finals 2017, Sukses Revans Kevin/Marcus Melaju ke Final

Sabtu, 16 Desember 2017 19:55:02

 

Majalahbulutangkis.com- Pasangan ganda putra terbaik Indonesia saat ini Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon sukses menapak ke laga final di ajang BWF Superseries Finals 2017 di Dubai.

Pasangan nomor 1 dunia sekaligus unggulan teratas di event penutup tahun ini diraih setelah di semifinal Sabtu petang (16/12) mengalahkan pasangan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (Jepang) dalam laga tiga game 21-10, 18-21, 21-16 dalam waktu 63 menit.

Inilah final kesembilan mereka di pentas Superseries. Dari delapan laga final Superseries sebelumnya, enam diantaranya telah berhasil ditutup dengan kemenangan yaitu di India, All England, Malaysia, Jepang, Tiongkok dan Hong Kong.

Yang menarik, laga Kevin/Marcus vs Kamura/Sonoda merupakan ulangan partai penyisihan Grup A, dimana kala itu Kevin/Marcus takluk dua game langsung dengan skor 17-21, 17-21.

“Pertandingan hari ini cukup berat, tetapi kami senang bisa ke final lagi, apalagi ini final kesembilan buat kami di tahun ini,” kata Kevin.

“Hari ini kami merasa lebih siap dan lebih fight, karena ini sudah sistem gugur, dan kami ingin sekali bisa lolos ke final. Sekarang sudah lolos ke final, tentu senang, tapi kan belum juara,” tutur Marcus.

Kevin/Marcus dengan mudahnya memenangkan game pertama, seolah Kamura/Sonoda tak dapat berbuat banyak. Namun pada game kedua, justru permainan dikendalikan oleh pasangan Jepang. Saat tertinggal jauh 11-19, Kevin/Marcus sempat menyusul hingga 16-16. Di akhir game pun pasangan Indonesia sempat nyaris mendekat hingga 18-20, buah dari permainan lob panjang yang tampaknya menguras tenaga dan konsentrasi lawan.

Hal ini sempat membuat sang pelatih yang mendampingi Kevin/Marcus, Aryono Miranat, ditegur oleh referee.

“Sempat ditanya oleh referee kenapa Kevin/Marcus bermain seperti itu, banyak lob-lob panjang dan kesannya tidak serius. Lalu saya jelaskan bahwa ini adalah bagian dari strategi dan saya rasa tidak ada yang salah dengan itu. Lawan pun meladeni lob tersebut dan tidak menyerang. Di ganda putri bahkan lebih banyak kita temukan reli panjang seperti ini,” jelas Aryono.

“Memang ini bagian dari strategi ya, main lob-lob panjang. Biar gantian, lawan juga jadi capek,” ungkap Marcus.

“Di game kedua itu memang kami mengganti strategi jadi bermain defense. Kami sudah ketinggalan jauh, jadi kami mencoba untuk mengganti strategi,” ujar Kevin.

Di laga final Minggu besok (17/12), Kevin/Marcus akan ditantang pasangan Tiongkok, Liu Cheng/Zhang Nan. Di semifinal pasangan juara dunia 2017 ini mengalahkan pasangan Mathias Boe/Carsten Mogensen (Denmark) dua game langsung 21-17, 21-16 dalam waktu 52 menit. (MB-01)