BWF Hukum 8 Pemain Indonesia Terkait Pengaturan Skor

Jumat, 08 Januari 2021 16:19:44

 

Majalahbulutangkis.com- Mengawali lembaran tahun 2021 wajah bulutangkis langsung tercoreng oleh perilaku para pemainnya yang dinilai telah menodai sportivitas dan integritas. Lewat laman resminya Jumat (8/1), Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) mengungkap tentang delapan pemain Indonesia yang terlibat dalam kasus pengaturan skor (match fixing).

“Sebanyak delapan pemain Indonesia yang saling mengenal dan berkompetisi di ajang internasional level bawah yang sebagian besar di Asia hingga 2019, telah melanggar Pertaruran Integritas BWF terkait pengaturan pertandingan, manipulasi pertandingan dan atau taruhan bulutangkis,” tulis pernyataan BWF.

Sidang kasus tersebut pun baru rampung pada akhir 2020 dan Jumat ini BWF membuat keputusan resmi. BWF pun mengungkapkan secara langsung nama-nama pebulu tangkis tersebut dalam hasil putusannya. Kedelapan atlet tersebut masing-masing Putri Sekartaji (PB.Mutiara Bandung), Hendra Tandjaya (PB.Rench Surabaya), Androw Yunanto ( PB.Suryanaga Surabaya),  Mia Mawarti Utami (PB.Guna Dharma Bandung), Afni Fadilla (PB.Jaya Raya Suryanaga), Aditiya Dwiantoro (PB.Exist), Agripina Prima Rahmanto Putra (PB.Jaya Raya), serta Ivandi Danang (PB.Mutiara Bandung)

Lebih lanjut, BWF mengatakan bahwa tiga dari delapan pemain telah melakukan koordinasi pengaturan skor kepada orang lain. Akibatnya, mereka pun diskors dari semua kegiatan yang berhubungan dengan bulutangkis seumur hidup.

Ketiganya adalah Hendra Tandjaya, Ivandi Danang, dan Androw Yunanto. Jumlah pelanggaran terberat ditemukan pada Hendra Tandjaya yang mulai terlibat dalam pengaturan hasil pertandingan sejak 2015 hingga 2017.

Sementara lima pemain lainnya diskors dari keterlibatan dalam dunia bulutangkis antara enam sampai 12 tahun. Tak hanya itu, masing-masing kelima pemain tersebut juga dijatuhi denda antara 3.000 dolar AS hingga 12.000 dolar AS.

Di antara delapan pemain tersebut, Agripinna Prima adalah yang terbilang paling menonjol prestasinya. Pada tahun 2011-2012 ia pernah berpasangan dengan Marcus Fernaldi Gideon dengan menjuarai Singapura Internasional 2011 dan Iran Fajr Internasional 2012. Akibat terlibat dalam kasus tersebut Agripinna dijatuhi skors selama enam tahun dan didenda 3.000 dolar AS. Jangka waktu enam tahun skorsing tersebut telah dimulai pada 18 Januari 2020.

Kendati demikian para atlet memiliki hak untuk mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) atas hukuman tersebut. Atlet dapat melakukannya dalam waktu 21 hari sejak pemberitahuan keputusan BWF. (MB-01)