Blibli Indonesia Open 2019 Janjikan Sajian Berbeda

Rabu, 26 Juni 2019 17:38:57

 

Majalahbulutangkis.com- Perhelatan bulutangkis paling bergengsi bertajuk Blibli Indonesia Open 2019 siap menghibur kembali penggemar bulutangkis di seluruh Tanah Air yang akan digelar di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 16-21 Juli 2019.

Event yang masuk dalam kategori BWF World Tour Super 1000 ini merupakan turnamen bulutangkis dengan hadiah total terbesar di dunia yakni 1.250.000 dolar AS atau berkisar Rp 17 miliar.

Yang menarik dari event ini, jika sebelumnya hanya mengusung tema sportainment, kali ini turnamen bintang lima Blibli Indonesia Open 2019 hadir dengan sesuatu yang beda yaitu Sport-Artainment. Tak cuma mengkombinasikan olahraga dan hiburan, kini BIO memenuhi permintaan pasar dan kaum milenial dengan menambahkan unsur seni.

Hal ini diutarakan Ketua Panita Pelaksana Blibli Indonesia Open 2019, Achmad Budiharto, dalam acara konferensi pers yang berlangsung siang ini di hotel Ritz Carlton, Rabu (26/6).

"Biasanya kami tampil dengan konsep sportainment, tapi kami tahu konsep ini sudah diikuti negara-negara lain. Kami di-challenge untuk terus bisa menjadi turnamen terbaik di dunia, dan sekarang kami akan mengusung tema sport-artainment," ujar Budiharto.

"Istora akan sedikit berubah, ada tambahan art. Akan ada ornamen yang mengakomodir kaum milenial, tapi kami juga akan mengakomodir yang membawa keluarga," tambah Budiharto.

CEO Blibli.com, Kusumo Martanto, bahkan menyebutkan bahwa Blibli Indonesia Open 2019 dapat dijadikan destinasi wisata. Antusias calon penonton BIO memang begitu luar biasa. BIO tak hanya diincar sebagai tontonan olahraga dengan bintang-bintang bulutangkis dunia, tetapi juga event olahraga yang dikemas menarik.

"Ini jadi tantangan buat kami, tiap tahun harus makin bagus. Tahun ini akan ada konsep sport-artainment. Bukan hanya menyelenggarakan turnamen bulutangkis tapi untuk semua yang datang, termasuk keluarganya, mungkin bisa jadi destinasi wisata Indonesia," ujar Kusumo.

Lebih lanjut, Kusumo juga membocorkan bahwa di ajang BIO akan ada tempat khusus untuk para produsen lokal yang merupakan kategori UKM (Usaha Kecil Menengah) yang mau memperkenalkan produknya.

"Kami mau memperkenalkan produk Indonesia, kami dukung dan bangga Indonesia punya banyak potensi, supaya lebih dikenal," tutur Kusumo.

Sementara Ketua Umum PP PBSI Wiranto menuturkan bahwa event kelas dunia, Blibli Indonesia Open 2019 menjadi salah satu tantangan bagi para pebulutangkis jelang Olimpiade Tokyo 2020. BIO memang menjadi salah satu turnamen yang sudah masuk dalam penghitungan poin olimpiade.

Tak heran jika di turnamen level Super 1000 ini, para pebulutangkis dunia akan berlomba-lomba untuk meraih gelar yang artinya akan menambah perolehan poin yang berpengaruh pada peringkat dunia mereka.

"Untuk penyelenggaraan, Indonesia dikenal sebagai tuan rumah yang baik. Selalu dapat acungan jempol atau pujian, seperti di Asian Games. Begitu juga Indonesia Open, banyak dapat pujian, well organized, para atlet asing pun sangat senang main di Indonesia karena penontonnya antusias dan fair, tepuk tangan untuk yang (main) bagus, bukan cuma pemain Indonesia," kata Wiranto.
 
"Ada kemajuan prestasi atlet bulutangkis Indonesia dalam event dunia, tapi belum menjamin kita mampu untuk terus menjuarai event-event dunia, seperti di Piala Sudirman 2019, belum membawa piala ke Indonesia, tapi kami menuju ke sana," tambah Wiranto.

"Event ini jadi tantangan, uji coba dan menentukan untuk olimpiade 2020. Di event ini bisa kelihatan, pemain mana yang akan diperhitungkan, kita mendoakan atlet-atlet kita dapat berprestasi terbaik," tutur Wiranto.

Sedangkan Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti mengemukakan bahwa tim Indonesia tengah menjalani latihan persiapan jelang BIO. Panjangnya jarak waktu antara BIO dan turnamen sebelumnya (Australia Open 2019), membuat pemain top level bisa memiliki waktu persiapan yang cukup.

"Persiapan cukup baik, ada waktu sebulan untuk persiapan. Kondisi atlet pun baik, kami berharap di BIO, para atlet bisa tampil maksimal, karena memang ini salah satu target kami, selain poinnya tinggi, BIO sudah masuk hitungan ke olimpiade," ucap Susy.

Susy juga menambahkan bahwa PBSI menargetkan satu gelar juara, peluang terbesar memang ada di nomor ganda putra lewat pasangan rangking satu dunia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon). Ia berharap bisa mengulang sukses tahun lalu dimana Indonesia bisa merebut dua gelar juara dari ganda putra (Kevin/Marcus) dan ganda campuran (Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir). (MB-01)