BATC 2018 : Tim Putra Indonesia Unggul Sementara 2-0 Atas Tiongkok

Minggu, 11 Febuari 2018 19:45:27

 

Majalahbulutangkis.com- Tim putra Indonesia untuk sementara sudah unggul 2-0 atas tim Tiongkok di laga final ajang Badminton Asia Team Championships 2018 di Alor Setar, Malaysia, Minggu malam ini (11/2).

Kemenangan pertama tim Merah Putih diraih Jonatan Christie atas Shi Yuqi dengan skor 16-21, 17-21, 18-21.

Perjuangan Firman Abdul Kholik di babak semifinal melawan Lee Dong Keun (Korea), ternyata menjadi sumber motivasi Jonatan. Setelah ia kalah di game pertama dan tertinggal jauh 13-18 di game ketiga, Jonatan teringat Firman yang bisa memenangkan pertandingan saat tertinggal 14-20 dan membalikkan keadaan menjadi 22-20.

“Waktu angka 13-18 itu saya ingat Firman, dia waktu itu bisa menang dari ketinggalan 14-20, saya juga bisa. Semalam waktu Firman ketinggalan itu, saya sempat berpikir apa sampai di sini saja perjuangan saya dan teman-teman, tapi Tuhan berkata lain, saya dikasih kesempatan lagi bertemu Shi Yuqi hari ini. Saya bersyukur bisa menyempurnakan penampilan saya di kejuaraan ini dengan konsisten menyumbang angka bagi tim dari babak penyisihan hingga ke final,” kata Jonatan.

“Pada game pertama, pola permainan saya jauh dari yang sudah saya rencanakan. Melawan Shi harus lebih pintar, karena dia kuat sekali, apalagi shuttlecock nya jauh lebih berat dari kemarin, dan dia suka dengan kondisi begini. Lalu saya berpikir, saya dan dia sama-sama muda, sama-sama kuat, dia bisa lakukan apa yang saya bisa lakukan, jadi saya juga bisa lakukan apa yang dia lakukan,” tuturnya.

Berikutnya di laga kedua Mohammad Ahsan/Angga Pratama menyumbang angka kedua dengan menundukkan He Jiting/Tan Qiang, dalam dua game langsung, 21-19, 21-18. Indonesia kian unggul atas Tiongkok dengan skor 2-0.

Tak seperti laga sebelumnya, kali ini Ahsan/Angga melewati pertandingan yang tak mudah. Meskipun menang dua game langsung, satu poin diraih dengan reli cepat dan kencang yang sangat menyulitkan.

“Pertama kami mengucap syukur bisa menyumbang angka, semoga partai selanjutnya bisa menang lagi. Kami apresiasi perjuangan Jonatan yang dari ketinggan bisa menang, perjuangannya luar biasa, jadi kami termotivasi. Dia nggak mau kalah, kami juga nggak mau kalah, kami habis-habisan juga,” jelas Ahsan usai pertandingan.

“Tadi kami berusaha unggul di bola-bola depan dan bermain sabar, tidak terburu-buru. Kami tetap mengontrol pertandingan jadi lebih tenang,” tambah Angga.

“Namanya pertandingan, apalagi final pasti ada rasa tegang. Tetapi saya berusaha untuk rileks, apalagi saya harus membimbing Angga, kalau tegang nanti dia kebawa. Sebaliknya, Angga juga harus ngasih tahu saya,” kata Ahsan. (MB-01)