Alwi Tantang Kunlavut di Perempat Final All England
Jumat, 06 Maret 2026 10:08:50

Majalahbulutangkis.com- Penampilan cemerlang diperlihatkan tunggal putra masa depan Indonesia, Alwi Farhan. Pada debutnya di ajang All England 2026 pebulutangkis berusia 20 tahun telah berhasil melangkah hingga ke babak perempat final.
Langkah gemilang Alwi di turnamen level Super 1000 ini tentu tak mudah diperoleh. Suksesnya melaju ke 8 Besar diperoleh setelah mengalahkan unggulan ketujuh yang juga pemain kawakan China Taipei, Chou Tien Chen dua game langsung 21-13, 21-19 di babak kedua Kamis (5/3).
Ini kemenangan pertama Alwi dari tiga pertemuan melawan pemain berusia 36 tahun itu. Dua pertemuan sebelumnya di tahun 2025 Alwi selalu kalah dalam tiga game di Hongkong Open serta Australia Open.
“Terima kasih ya Allah, saya berada di sini bukan karena diri saya, tapi karena Tuhan saya. Jadi tidak lupa mengucap puji syukur sebaik-baiknya. Sebenarnya tidak jauh berbeda dari waktu bertemu di Australian Open 2025 tapi memang pertemuan kali ini saya mencoba lebih melawan diri saya, lebih melawan rasa ragu-ragu, melawan rasa trauma yang ada di dalam diri saya. Itu yang bisa membuat saya memenangkan pertandingan,” ungkap Alwi usai laga.
Lanjut Alwi, Chou Tien Chen itu pemain yang unik. Ketika banyak orang yang memperhatikan, semakin keluar permainannya jadi tadi Alwi mencoba lebih meredam, mencoba lebih menenangkan situasi.
“Ya kurang lebihnya kayak singa jangan dibangunin saja sih. Saya bermain lebih dalam hawa yang tidak terlalu tinggi tapi saya tetap memegang fokus permainan,” tukas Alwi.
Di perempat final Alwi akan menantang unggulan kedua Kunlavut Vitidsarn dari Thailand. Dari tiga kali pertemuannya melawan Kunlavut tahun lalu di China Open, Kejuaraan Dunia serta French Open, Alwi belum sekalipun menang.
“Besok bertemu Kunlavut, bisa revans lagi mungkin, kita tidak pernah tahu. Saya akan memberikan yang terbaik tapi sekarang mau reset pikiran dan fokus dulu, besok baru digas lagi,” tekad Alwi.
Sayangnya langkah Alwi tak diikuti seniornya Jonatan Christie. Pemain yang telah menempuh jalur sebagai pemain profesonal ini terhenti langkahnya di babak kedua usai dikalahkan Chun-Yi (Chinese Taipei) dua game langsung 19-21, 12-21.
Di pertemuan terakhir di final India Open Januari lalu Jojo juga menyerah dua game langsung 10-21, 18-21 dari Chun Yi. Dari total enam kali pertemuan rekor keduanya keduanya kini imbang 3-3.
“Lin Chun-Yi bermain sangat baik juga hari ini sementara saya tadi beberapa kali sedikit ada miss dari penerapan strateginya. Secara keseluruhan adan hal yang bisa dievaluasi lagi. Dia bermain jauh lebih cepat, terus juga dia punya beberapa variasi pukulan juga yang cukup menyulitkan. Dan nggak gampang dimatiin gitu. Jadi mungkin dari hal itu saya kurang tenang, kurang bisa lebih sabar. Kalau ditanya karena pengaruh saya lama break dari turnamen, saya rasa tidak ada,” ujar Jojo. (dar)
Baca Juga
- Taipei Open 2022: Indonesia Hanya Turunkan 3 Pemain Tunggal
- Tim Indonesia Sukses Di Kejuaraan Beregu Campuran Asia 2025
- Malaysia Open 2022: Lawan Hebat Tunggu Dua Ganda Campuran Di Babak 16 Besar
- PBSI Fokus Desentralisasi Dan Turnamen Tingkat Nasional
- Tampil Antiklimaks Praveen/Melati Kalah Di Final