All England 2018 : Tragis, Greysia/Apriyani Langsung Tersungkur

Rabu, 14 Maret 2018 19:48:27

 

Majalahbulutangkis.com- Kenyataan pahit harus diterima kubu Indonesia di hari pertama ajang bulutangkis bergengsi All England 2018 di Birmingham, Inggris, Rabu (14/3). Di luar dugaan, ganda putri andalan Merah Putih, Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang diharapkan mampu berkibar justru tumbang lebih awal.

Diunggulkan di tempat keempat di ajang All England 2018 BWF World Tour Super 1000, duet Greysia/Apriyani dijegal pasangan non unggulan asal Bulgaria, Stefani Stoeva/Gabriela Stoeva, dalam laga dua game 11-21, 19-21.

Greysia/Apriyani memang tak tampil di permainan terbaik mereka, pertahanan rapat yang biasanya menjadi andalan mereka, justru begitu mudah ditembus pasangan kakak beradik tersebut. Banyak pengembalian tanggung yang juga menjadi makanan empuk bagi lawan.

“Sedih pasti, kecewa pasti, kami coba netralisir dulu pikiran itu. Kami tengah mengejar ke atas, kami sekarang ada di tengah-tengah dan semua orang ingin mengalahkan kami. Pelatih kami bilang, semakin di atas, harusnya semakin tidak nyaman karena semua ingin mengalahkan kami,” ujar Greysia.

“Ini yang kami ingin kalahkan, diri kami sendiri. Kita dengar saja komentar lawan, mereka nggak nyangka bisa menang mudah, mereka kira akan ramai. Ini sama seperti waktu kami mengejar, kami ingin enjoy saja main kok. Ya kami dulu juga begini,” tambahnya.

“Saya dan Apri harus kerjasama lebih baik, sampai saat ini saya dan Apri masih kurang kerjasama dalam hal ini, bagaimana mengatasi tekanan dan di saat tidak nyaman di level atas. Saya cuma bilang ke Apri kalau waktu saya tidak banyak lagi, kamu mau sekarang atau tidak sama sekali,” katanya.

Selain faktor non teknis, Greysia juga mengungkapkan kalau pertahanan lawan memang tak mudah ditembus, tenaga lawan pun kuat. Shuttlecock berat yang digunakan di turnamen ini dinilai Greysia memang cocok untuk pasangan Bulgaria tersebut.

“Mereka kuat, safe, apalagi dengan bola kayak gini mereka seneng banget, kekuatan mereka keluar semua. Tapi kami juga latihan kayak gini, sama kok, jadi ini bukan alasan secara teknik, memang dari pikiran dan mental saja, kami tidak siap di situ,” jelasnya.

Sementara itu, Apriyani mengakui dirinya belum dapat menemukan solusi dalam mengatasi tekanan di lapangan, apalagi di turnamen bergengsi sekelas All England, turnamen tertua di dunia yang kini menyandang predikat BWF World Tour Super 1000.

“Kami tidak menyangka bisa mengalahkan Greysia/Apriyani, kami tahu mereka tengah bagus prestasinya. Kami sering melihat penampilan mereka di beberapa turnamen. Kelebihan mereka adalah pertahanan yang rapat, serangan pun bagus. Jadi tadi kami berusaha supaya shuttlecock masuk dulu, dan intinya kami menikmati pertandingan,” tutur Stefani. (MB-01)