All England 2018 : Ke Babak Kedua, Fitriani Tantang Okuhara

Kamis, 15 Maret 2018 07:15:13

 

Majalahbulutangkis.com- Fitriani, satu-satunya tunggal putri Indonesia yang beraksi di ajang All England 2018 BWF Word Tour Super 1000 di Birmingham, Inggris, sukses melewati rintangan pertama.

Di laga pembuka Rabu malam atau Kamis dini hari WIB (15/3), Fitriani sukses mengatasi andalan Malaysia, Soniia Cheah (Malaysia) dalam laga tiga game 16-21, 21-18, 21-9.

Di game kedua, Fitri sempat ketinggalan jauh hingga 2-13 dan sulit untuk mengejar. Fitri seolah tak dapat mengembangkan permainannya, banyak pula servisnya yang out.

Namun perlahan tapi pasti, Fitri mulai meraih satu demi satu angka, hingga ia meraih delapan angka berturut-turut dari tertinggal 13-18 jadi balik unggul 21-18.

“Alhamdulillah, tadi sebenarnya saya sudah pasrah. Dari awal saya mainnya harus cepat, tetapi kaki saya sedang lambat. Kalau mau menyerang, dibelok-belokan oleh lawan, langsung mati, bingung,” ujar Fitri.

“Saya sempat bilang sama pelatih kalau saya tidak bisa main, pelatih bilang ya coba dulu dipaksa. Mau bagaimana lagi, kan sudah di sini, masa nggak mau menang? Pokoknya banyak diberi motivasi,” kata Fitri.

Pada game ketiga, Cheah sudah dalam posisi tertekan dan tidak bisa bermain seperti di game sebelumnya. Fitri pun unggul jauh hingga 15-5 dan akhirnya merebut tiket babak kedua.

“Tadi banyak bertahan, jarang menyerang, paling menyerangnya dari chop. Malah lawan banyak mati sendiri. Di game ketiga, saya coba lepas saja, yang penting jangan buru-buru menyerang, karena itu bukan tipe saya. Akhirnya pelatih bilang kalau saya mainnya sama saja seperti di game kedua,” jelas Fitri.

“Lawan kelihatan sudah capek, dia minta istirahat dan tidak boleh sama wasitnya. Pelatih bilang, jangan ubah permainan, kenain saja semua bola,” tambahnya.

Di babak kedua, Fitri akan berhadapan dengan Juara Dunia 2017 asal Jepang, Nozomi Okuhara. Diungkapkan Fitri, ia akan bermain lepas dan tidak buru-buru menyerang seperti yang ia lakukan hari ini, karena itu menjadi bumerang baginya. (MB-01)